Sel Napi Narkoba Rutan Boyolali Digeledah Polisi

Tim gabungan Polda Jateng dan Polres Boyolali menggeledah sel tahanan narkoba di rumah tahanan (rutan) Boyolali, Kamis (11/10 - 2018). (Istimewa/Polres Boyolali)
11 Oktober 2018 15:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Tim gabungan Direktorat Narkoba Polda Jateng dan Polres Boyolali mengetes urine penghuni sel tahanan narkoba di rumah tahanan (rutan) Boyolali, Kamis (11/10/2018).

Selain itu, tim juga menggeledah dua blok sel yang dihuni 32 tahanan narkoba itu untuk menyelidiki keberadaan barang haram tersebut.

Dalam kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu, tak satu pun warga binaan yang terdeteksi menggunakan narkoba. Dalam penggeledahan, petugas juga tidak menemukan narkoba.

Kasubdit 1 Narkoba Polda Jateng AKBP Edy Santoso yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan tes urine maupun penggeledahan dilakukan untuk menekan peredaran narkoba di dalam rutan.

“Sebagaimana diketahui peredaran narkoba salah satunya ada di lapas [lembaga pemasyarakatan] dan rutan. Nah kegiatan ini kami lakukan untuk mengantisipasi dan menekan peredaran narkoba tersebut,” ujarnya di sela-sela penggeledahan.

Disinggung mengenai ditemukannya narapidana Kedungpane, Semarang, yang kedapatan menyembunyikan narkoba jenis sabu-sabu saat penggeledahan di rutan Boyolali, beberapa waktu lalu, Edy menyatakan razia ini tidak berkaitan langsung dengan hal itu.

Namun menurutnya fakta tersebut membuktikan peredaran narkoba di lapas maupun rutan masih ada. “Hal seperti itulah yang kami waspadai dan kami antisipasi. Kegiatan ini juga kami lakukan di Lapas Sragen,” imbuhnya.

Sementara itu, kegiatan tersebut melibatkan 30 personel Polda Jateng dan 10 personel Satnarkoba Polres Boyolali serta petugas rutan setempat.

Kasat Narkoba Polres Boyolali AKP Arifin Suryani mengatakan hal senada dengan Edy bahwa peredaran narkoba di rutan perlu diwaspadai sehingga razia rutin sangat perlu dilakukan.

“Razia maupun tes urine ini sangat penting dilakukan secara rutin untuk menekan peredaran narkoba di dalam rutan,” ujarnya.