Viral Video Pelajar Berkata Jorok, Kepala SMK Klaten Ini Minta Maaf

Cuplikan video siswa SMK
11 Oktober 2018 18:35 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Video berisi sejumlah pelajar yang mengucapkan kata-kata tak sopan dan jorok menjadi viral di media sosial. Belakangan diketahui para pelajar itu merupakan siswa SMK Muhammadiyah Delanggu Klaten.

Atas beredarnya video tersebut, Kepala SMK Muhammadiyah Delanggu menyampaikan permohonan maaf. Video itu beredar beberapa hari terakhir di media sosial.

Dalam video itu, ada lima siswi berhijab yang bergantian mengucapkan kata-kata bernada tak sopan bahkan menyebut alat kelamin. Mereka mengawali kalimat dengan kata-kata “Klaten keras lur”.

Kepala SMK Muhammadiyah Delanggu, Nasrodin, membenarkan lima siswi yang ada di video itu merupakan pelajar kelas XI SMK Muhammadiyah Delanggu, Klaten. Para pelajar itu sudah dipanggil untuk dimintai klarifikasi.

“Saat pertama mengetahui video beredar kami langsung panggil dan klarifikasi anak-anak yang ada di video. Mereka mengakui membuat video itu karena iseng namun berakibat fatal,” kata Nasrodin saat dihubungi Solopos.com, Kamis (11/10/2018).

Setelah klarifikasi tersebut orang tua beserta kelima siswa kembali dipanggil untuk mendapatkan pengarahan.

“Anak-anak sudah memohon maaf kepada orang tua mereka dan sekolah. Langkah selanjutnya kami meminta anak-anak merenungkan perbuatan mereka dan membuat surat pernyataan bermeterai. Sebenarnya mereka kami panggil sebelum video itu terlanjut menjadi viral,” urai dia.

Nasrodin menyampaikan permohonan maaf atas beredarnya video lima pelajar tersebut. Surat permohonan maaf juga sudah dibikin untuk dilayangkan kepada instansi terkait serta Pimpinan Cabang dan Daerah Muhammadiyah Klaten.

“Kami sampaikan permohonan maaf ke instansi terkait dan seluruh warga Klaten terutama dunia pendidikan karena sudah membuat tidak nyaman dengan beredarnya video itu,” ungkapnya.

SMK Muhammadiyah Delanggu juga sudah didatangi perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng). Selain klarifikasi, kedatangan perwakilan tersebut untuk pembinaan kepada seluruh siwa.

Kelima siswa tersebut, kata Nasrodin, masih mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMK Muhammadiyah Delanggu. Ia berharap peristiwa tersebut adalah yang pertama dan terakhir.

“Sebenarnya kami sudah mengambil langkah pencegahan seperti ada workshop Akhlakul Mediasos serta penguatan pendidikan karakter. Larangan membawa ponsel ke sekolah juga sudah kami pasang di tembok-tembok sekolah. Saya sendiri juga kaget tahu-tahu ada video seperti itu. Untuk selanjutnya kami akan meningkatkan pelayanan termasuk pengawasan lebih ketat di media sosial untuk antisipasi peristiwa serupa terulang,” katanya.