Ngebut, Honda CBR Terjun dari Jembatan Pokoh Wonogiri

Motor Honda CBR250 berpelat nomor D 4091 AAX dievakuasi dari bawah Jembatan Jurang Gempal/Pokoh, Wonogiri, Kamis (11/10 - 2018). (Solopos/Rudi Hartono)
11 Oktober 2018 18:45 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Sepeda motor Honda CBR250 berpelat nomor D 4091 AAX yang dikendarai Aris Munandar, 36, warga Sindurejan, Desa Patangpuluhan, DIY, terjun dari Jembatan Jurang Gempal, Pokoh, Wonogiri, Kamis (11/10/2018).

Pengendara sepeda motor itu terjatuh di lahan dekat Sungai Bengawan Solo memacu sepeda motornya terlalu kencang sehingga tak bisa mengendalikan laju saat menikung di jalan dekat Jembatan Jurang Gempal, Pokoh, kawasan kota Wonogiri.

Kejadian itu mengakibatkan Aris mengalami patah tulang tangan. Pantuan Solopos.com, Kamis, warga berkerumun di lokasi kejadian untuk melihat sepeda motor yang tergeletak di lahan dekat sungai bawah jembatan.

Ketinggian jembatan itu dari lahan di bawahnya lebih kurang 15 meter. Saat Solopos.com tiba di lokasi, Aris sudah dievakuasi dan dilarikan ke RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso.

Pekerja bengkel sepeda motor dekat lokasi kejadian, Andi, 20, mengatakan Aris mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi dari barat atau arah Wonogiri kota menuju timur atau arah Ngadirojo.

Sesaat kemudian dia mendengar suara benturan sangat keras. Setelah dicek lebih lanjut dia tak menemukan ada sepeda motor atau korban tergeletak di jalan. Dia hanya mendapati pot bunga di median jalan pecah.

Tak lama kemudian ada seorang perempuan muncul dari bawah jembatan teriak meminta tolong dan memberi tahu ada orang bersama sepeda motornya terjatuh di bawah jembatan. Setelah itu Andi baru tahu pengendara yang melintas di depan bengkel tempatnya bekerja mengalami kecelakaan.

“Jalan ini kan menikung. Kalau ngebut ya bisa menabrak median jalan karena enggak bisa mengontrol motor pas menikung,” kata dia.

Tunawisma yang saat kejadian berada di bawah jembatan, Wakijem, 51, mengaku sangat kaget saat mendengar ada suara benturan keras dan sesaat kemudian ada motor “terbang” dan mendarat di bawah jembatan.

Saat itu dia langsung melihat kondisi pengendara. Menurut dia, saat itu pengendara motor itu mengerang kesakitan. “Untungnya dia pakai helm. Kalau tidak, apa jadinya,” ucap Wakijem.

Kanitlaka Satlantas Polres Wonogiri, Ipda Yahya Dhadiri, menyampaikan akan meminta keterangan Aris untuk mengetahui kejadian dan kondisi dia sebenarnya saat berkendara.

Berdasar olah tempat kejadian, kecelakaan bermula saat Aris mengendarai Honda CBR250 berpelat nomor D 4091 AAX dari barat di Jl. Pemuda I. Diduga saat menikung dia melaju terlalu ke kanan sehingga naik ke median jalan lalu menabrak pot bunga dan terjatuh ke bawah jembatan.

“Korban mengalami patah tangan dan dirawat di RSUD,” ucap Yahya mewakili Kasatlantas, AKP Dwi Erna Rustanti, dan Kapolres AKBP Robertho Pardede.