Solopos Hari Ini: Sanksi Sosial Pelanggar Lalu Lintas Tuai Pro-Kontra

Harian Umum Solopos edisi Jumat (12/10 - 2018).
12 Oktober 2018 10:30 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Kebijakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo yang memberi sanksi sosial pelanggar lalu lintas dengan mengunggah foto mereka di media sosial (medsos) menuai pro kontra. Seorang warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (Jatim), yang tengah berkuliah di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Isma Illia Shara, 19, mendukung langkah Dishub memberikan saksi sosial kepada para pelanggar lalu lintas dengan cara mengunggah foto atau video pelanggaran mereka ke medsos.

Dia meyakini cara itu cukup efektif mengurangi kasus pelanggaran lalu lintas khususnya yang dilakukan kalangan muda. Mahasiswa Program Studi Sosiologi itu menganggap warga cenderung tak akan mengulangi kesalahan melanggar lintas jika setelah malu dipertontonkan kepada warganet di medsos.

Pro dan kontra terkait sanksi sosial yang dijatuhkan kepada pelanggar lalu lintas di Kota Solo itu menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Jumat (12/10/2018). Berita tersebut bisa disimak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga ada kabar tentang penggusuran bangunan ilegal di Jebres, Solo. Tangisan para penghuni bangunan pun mengiringi proses eksekusi.

Air Mata di antara Deru Alat Berat

Satpol PP Kota Solo mengeksekusi lahan milik Pemkot Solo yang dihuni secara ilegal oleh warga Jebres Tengah. Isak tangis dan teriakan emosional penghuni mengiringi penggusuran lahan hak pakai (HP) 105 di Jebres Tengah, Kelurahan Jebres, Solo.

Tangisan penghuni yang menolak penggusuran itu ditelan deru alat berat yang menghancurkan hunian warga di lahan sengketa tersebut. Ekseskusi dimulai pukul 08.30 WIB dengan pembacaan dasar eksekusi oleh petugas Bagian Umum Setda Solo.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, ada kabar utama tentang penetapan salah satu kades di Sragen menjadi tersangka dalam kasus kecurangan perdes. Ada pula kabar narapidana di Sragen yang dipastikan positif mengonsumsi narkoba.

Kades Saradan Tersangka

Polres Sragen menetapkan Kepala Desa Saradan, Karangmalang, Sragen, Anis Tri Waluyo, sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran UU No. 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, saat ditemui wartawan di LP Kelas IIA Sragen, Kamis (11/10/2018), mengatakan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen sudah memanggil kades yang bersangkutan dan sekaligus dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi dalam seleksi penerimaan perangkat desa (perdes) Saradan, Karangmalang, Sragen.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Napi LP Sragen Positif Konsumsi Narkoba

Tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba (Diresnarkoba) Polda Jateng, Polres Sragen, Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Sragen, dan TNI berhasil mengidentifikasi delapan orang narapidana (napi) positif sebagai pengguna narkoba dan menemukan sisa serbuk sabu-sabu dalam razia narkoba di 3 blok napi Lapas Kelas IIA Sragen, Kamis (11/10).

Hasil temuan tersebut akan ditindaklanjuti Satresnarkoba Polres Sragen untuk penyelidikan lebih lanjut. Razia dilakukan tim gabungan di bawah koordinasi Kepala Bagian Pembinaan Operasi (Kabag Bin Ops) Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jateng AKBP Joko Cahyono.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.