Penghuni Lahan HP 105 Solo Bangun Tenda Untuk Tempat Tinggal

Penghuni lahan HP 105 di Jebres, Solo, membangun tenda untuk tempat tinggal pascapenggusuran, Jumat (12/10 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
12 Oktober 2018 20:15 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Puluhan warga penghuni lahan hak pakai (HP) nomor 105 di wilayah RT 002 dan RT 003 RW 025 Jebres Tengah, Jebres, Solo, masih bertahan di lahan milik Pemkot itu pascapenggusuran, Kamis (11/10/2018) lalu.

Mereka membangun tenda berjejer di pinggiran lahan yang masih bisa ditempati untuk tidur. Jalan masuk Jebres Tengah ditutup warga karena barang-barang masih di luar dan belum sempat dipindahkan ke tempat aman.

Sejak pagi warga sibuk mencari barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari bekas bangunan rumah mereka. Akses menuju kampung itu ditutup untuk mengantisipasi pemulung masuk memunguti besi dan material bekas dari eks bangunan mereka.

Sumira mengaku bingung mencari barang-barang laundry yang ditumpuk secara asal oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo, Kamis lalu.

“Ini masih cari-cari baju pelanggan, kemarin asal ditumpuk jadi saya dan istri saya sedang memberesinya,” ujarnya saat ditemui Solopos.com, Jumat (12/10/2018).

Sumira mengaku membuat tenda darurat untuk tinggal bersama anak-anaknya dan istrinya. Dia belum tahu akan tinggal di mana karena rumahnya sudah di bongkar dan mata pencahariannya sudah tak ada tempat lagi.

“Saya semalam tidur di tenda dengan anak dan istri saya. Mau tinggal di mana lagi? Saya belum kepikiran mau tinggal di mana dan ke mana. Usaha laundry saya sudah gulung tikar. Saya tak tahu harus mencari uang dengan cara apa,” ujarnya.

Sementara itu, Wusiem mengaku kini hidupnya kacau balau setelah rumahnya rata dengan tanah digusur Satpol PP. Dia kebingungan akan tinggal di mana.

“Semalam saya tinggal di rumah keponakan saya di dekat sini. Saya tidak tahu harus tinggal di mana. Saya masih berpikir panjang jika saya akan tinggal di rumah susun sewa sederhana [rusunawa]. Saya bingung untuk pembayarannya bagaimana,” ujarnya.

Wusiem berencana menemui Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo untuk meminta keringanan dan diberikan solusi untuk tinggal.

“Saya rencananya mau bertemu Bapak Wali Kota untuk meminta keringanan soal tempat tinggal selanjutnya di mana. Saya sudah tidak punya uang. Saya kemarin menolak uang pembongkaran yang ditawarkan Pemkot. Jadi sekarang saya tidak punya uang untuk mencari tempat tinggal,” ujarnya.