Ribuan NIK Warga Sukoharjo Terancam Diblokir, Ini Penyebabnya

Proses perekaman data e/KTP. (Dukcapil.kemendagri.go.id)
12 Oktober 2018 21:23 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO — Ribuan warga di Sukoharjo belum merekam data Kartu Tanda Penduduk elektronik atau KTP-el hingga Oktober. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bakal memblokir Nomor Induk Kependudukan (NIK) apabila warga tak merekam data hingga akhir 2018.

Hal ini diungkapkan Kabid Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sukoharjo, Wisnu Murti, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Rabu (10/10/2018).  Kebijakan itu diambil pemerintah pusat agar warga segera merekam data KTP-el sebelum 31 Desember 2018.

“Bisa jadi warga yang belum merekam data karena merantau ke luar daerah. Mereka tidak paham perekaman data KTP-el diwajibkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah memenuhi syarat,” kata dia.

Selama ini, Wisnu telah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mencari data warga yang belum merekam data KTP-el. Pemerintah desa lebih mengetahui data warga yang merantau dan belum merekam data KTp-el.

Selain itu, Disdukcapil bakal melakukan jemput bola ke setiap sekolah untuk melayani perekaman data para pelajar. “Jumlahnya [warga yang belum merekam data KTP-el] ribuan orang. Ada juga lanjut usia (lansia) yang belum merekam data KTP-el di panti wreda. Petugas bakal mendatangi panti wreda untuk melayani perekaman data para lansia,” ujar dia.

Menurut Wisnu, jumlah warga yang wajib mengantongi KTP-el hingga pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif pada April 2019 sebanyak 28.488 orang. Warga termasuk para pelajar diminta segera merekam data KTP-el sebelum akhir tahun.

Jumlah warga yang mencetak kepongan KTP-el selalu meningkat secara signifikan. Sebelumnya, mereka hanya menerima surat keterangan pengganti KTP-el lantaran blangko habis. “Kami terus dipasok blangko KTP-el setiap bulan dari pemerintah pusat maupun Pemprov Jateng. Jumlah warga yang belum menerima kepingan KTP-el berkurang drastis,” papar dia.

Sementara itu, seorang warga Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Basuki, meminta agar instansi terkait menambah blangko pencetakan KTP-el. Masyarakat yang mengantongi surat keterangan KTP-el bisa segera menukar dengan kepingan KTP-el lantaran sebagai syarat utama saat pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada 11 Desember mendatang.