Maling Obok-Obok KUA Masaran Sragen Bawa Kabur 150 Buku Nikah

Petugas Polsek Masaran memeriksa ruangan KUA Masaran yang diobok-obok maling, Kamis (11/10 - 2018) siang. (Istimewa/Polres Sragen)
12 Oktober 2018 10:40 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Masaran, Sragen, diobok-obok pencuri. Di antara barang-barang yang hilang diambil pencuri adalah 150 buku nikah.

Pencurian tersebut baru diketahui Kamis (11/10/2018) pagi dan dilaporkan ke Polsek Masaran pada pukul 14.00 WIB.

Peristiwa itu diketahui kali pertama oleh Sriatin, 48, petugas kebersihan KUA Masaran yang terletak di Dukuh Rejosari RT 028, Desa Jati, Kecamatan Masaran, Sragen.

Sriatin semula membersihkan halaman depan kantor. Saat hKantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Masaran, Sragen, diobok-obok pencuri. Di antara barang-barang yang hilang diambil pencuri adalah 150 buku nikah.endak membersihkan bagian dalam kantor, dia melihat pintu belakang kantor terbuka dan ada bekas congkelan serta sebuah meja kerja di depan ruang komputer.

“Sriatin kemudian menghubungi Yuslinawati, 46, pegawai KUA setempat. Kondisi tersebut disampaikan Sriatin kepada Yuslinawati. Mereka selanjutnya sama-sama mengecek dan mendata barang-barang yang hilang. Ternyata barang yang hilang berupa tiga pak buku nikah. Setiap paknya berisi 50 eksemplar buku nikah. Jadi total buku nikah yang dicuri sebanyak 150 eksemplar,” ujar Kapolsek Masaran AKP Agus Jumadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat dihubungi Solopos.com, Kamis malam.

Setelah menerima laporan tersebut, Agus langsung melakukan olah tempat kejadian perkara di KUA Masaran dan meminta keterangan sejumlah saksi. Hasil olah TKP tersebut dijadikan dasar untuk berkoordinasi dengan tim Opsnal Polres Sragen untuk melakukan penyelidikan.

“Kondisi buku nikah itu masih kosong atau belum diisi. Buku itu biasa digunakan saat ada sejoli yang menikah,” tuturnya.