Diprotes, Potongan Bantuan Siswa Miskin SDN 1 Baturan Klaten Dikembalikan

Kartu Indonesia Pintar. (Antara)
12 Oktober 2018 15:15 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- SDN 1 Baturan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, akhirnya mengembalikan dana yang dipotong dari bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Rp50.000 per anak, Jumat (12/10/2018) ini. Total dana dikembalikan Rp1,85 juta.

Kepala SDN 1 Baturan, Y. Sukardi, mengatakan sekolah memutuskan mengembalikan bantuan itu karena diduga ada wali murid yang tidak ikhlas memberikan sumbangan. Dana itu sedianya dipakai untuk membangun tempat parkir sepeda.

“Uangnya masih ada di bendahara dan belum dipakai. Besok [Jumat] saya kembalikan,” ujar dia saat dihubungi Solopos.com, Kamis (11/10/2018).

Sukardi menceritakan kronologi pencairan uang bantuan PIP. Di SDN 1 Baturan ada 37 anak penerima bantuan PIP masing-masing mendapatkan Rp450.000.

Setiap anak memiliki rekening untuk pencairan bantuan. Setiap kali pencairan, ada guru pendamping beserta komite sekolah membantu anak-anak.

“Di sana kan ada berkas untuk ditandatangani anak-anak dan dikumpulkan ke dalam antrean. Kalau enggak dibantu, nanti bingung bagaimana ambilnya,” terang dia.

Setelah cair, dana itu diserahkan kepada wali murid di sekolah melalui pertemuan. Pertemuan dibuka Sukardi.

Pada kesempatan itu, komite sekolah menyampaikan kepada wali murid sejak awal sekolah mempunyai program untuk membangun tempat parkir sepeda. Ada 105 siswa yang saban hari ke sekolah naik sepeda namun tak ada tempat parkir.

“Komite menyampaikan program sekolah kepada wali murid penerima PIP. Wali murid yang sukarela dan ikhlas bisa ikut menyumbang untuk sekolah. Sumbangan terkumpul Rp1.850.000,” urai Sukardi.

Ia menjelaskan pembangunan tempat parkir menurut rencana direalisasikan pada 2019. Saat itu, dirinya tak lagi menjabat kepala sekolah sebab ia pensiun per 1 November mendatang.

“Besok saya kembalikan semua uang itu. Toh saat pembangunan parkir, saya sudah tidak di sini karena pensiun per 1 November nanti. Apalagi yang mengerjakan pembangunan tempat parkir juga komite,” tutur Sukardi.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Klaten, Setiyana, mengatakan bantuan PIP tidak boleh dipotong berapa pun nominalnya. Bantuan itu murni diberikan kepada siswa tidak mampu.

“Hari ini semua koordinator wilayah [Korwil] Pendidikan termasuk K3S [Kelompok Kerja Kepala Sekolah] dikumpulkan Dinas Pendidikan. Mereka mendapatkan pembinaan soal PIP,” kata Setiyana.