Mahasiswa UII Jogja Dampingi Perajin Batik Klaten

Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yang tergabung dalam KKN/PPM UII Angkatan Ke/57 Tahun Akademik 2018/2019 memberikan pendampingan bagi perajin batik di Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Harianjogja.com/UII)
12 Oktober 2018 15:20 WIB Nina Atmasari Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN — Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yang tergabung dalam KKN-PPM UII Angkatan Ke-57 Tahun Akademik 2018-2019 memberikan pendampingan bagi para perajin batik di Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

Didampingi dosen pembimbing, mahasiswa UII Jogja membantu menangani permasalahan yang dihadapi perajin batik, mulai pengembangan sumber daya manusia (SDM) hingga pemasaran produk batik Bayat.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN UII Sahabudin Sidiq menjelaskan Desa Kebon merupakan salah satu desa di Bayat, Klaten yang memiliki potensi sumber daya perajin Batik yang cukup banyak. Pemerintah Desa Kebon sebenarnya sedang berupaya mendorong pelestarian budaya batik melalui peningkatan kapasitas sumber daya perajin untuk mengembangkan kemampuan membatik secara lebih variatif.

Ia mengatakan besarnya kemampuan produksi harus diimbangi dengan peningkatan daya serap produk oleh pasar. Guna memenuhi kebutuhan produk berkualitas dan peningkatan permintaan pasar perlu diimbangi dengan mengembangkan metode pemasaran batik dengan yang lebih baik. 

"Pola pengembangan ini dilakukan dengan menghadirkan daya tarik konsumen terhadap sajian produk dan wisata edukasi batik, sehingga konsumen mendapatkan nilai tambah dari produk batik," terangnya, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, jaringan Solopos Group di Kota Jogja, Minggu (16/9/2018).

Namun, kata dia, beberapa permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah desa pelaku usaha batik adalah belum ada sinergi dalam berbagai kebutuhan penunjang. Mulai dari peningkatan SDM, manajemen pengelolaan produk dan pemasaran, dokumen dan pusat informasi yang dapat diakses masyarakat luar, fasilitas pendukung pengembangan produk dan edukasi yang belum tersedia secara memadai.

"Melihat permasalahan tersebut melalui KKN-PPM Angkatan Ke-57 UII melakukan pendampingan batik tersebut, adapun program yang dilakukan secara garis besar meliputi penyusunan dokumen informasi sebagai basis sebaran informasi, lalu profil potensi wisata batik desa Kebon," katanya.

Para mahasiswa UII Jogja juga mengembangkan sebaran informasi pemasaran melalui website yang lebih khusus. Sekaligus penyediaan pusat edukasi produk batik bagi konsumen atau wisatawan serta pelestarian motif batik kuno yang dikawatirkan punah.

Pendampingan yang dilakukan tim KKN UII Jogja ini merupakan kerja sama dengan Kemenristekdikti melalui skema hibah pengabdian KKN-PPM Tahun 2018. "Melalui program ini diharapkan terbentuknya kelompok perajin batik di Desa Kebon yang tersinergi dalam pengembangan wisata edukasi dan wisata alam," ujarnya.

Sumber : Harianjogja.com