Soal Traffic Light Simpang Patung Macan, Dishub Wonogiri Colek Pemprov

Pertigaan patung macan, Nambangan, Selogiri, ke jalan raya Solo-Wonogiri, Rabu (10/10 - 2018). (Solopos/Rudi Hartono)
12 Oktober 2018 21:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk membahas pengadaan traffic light atau lampu rambu lalu lintas di pertigaan Patung Macan, Nambangan, Selogiri, Wonogiri.

Kepala Dishub Wonogiri, Ismianto, kepada Solopos.com, Jumat (12/10/2018), mengaku sependapat dengan warga yang memandang perlunya pertigaan patung macan dipasangi traffic light karena jalur itu termasuk jalur maut yang rawan kecelakaan.

Namun, Dishub Wonogiri tidak dapat langsung memasang lampu bangjo di persimpangan antara jalan raya Wonogiri-Sukoharjo dengan jalan alternatif Selogiri-Nguter, Sukoharjo, itu karena ketiadaan anggaran.

Anggaran tahun ini dialokasikan untuk pengadaan traffic light di pertigaan dekat Tugu Pusaka atau depan Kantor Kecamatan Selogiri. Oleh karena itu Dishub Wonogiri akan berkoordinasi dengan Pemprov selaku pihak yang berwenang atas jalan Wonogiri-Sukoharjo.

“Kalau memungkinkan [pengadaan traffic light] dibiayai Pemprov kami akan sangat senang. Namun, kalau tidak, kami siap mengusulkan anggaran di APBD Wonogiri tahun depan,” kata Ismianto.

Dia menilai secara teknis jalan di area pertigaan patung macan belum memenuhi syarat dipasangi traffic light. Salah satu syarat teknisnya yakni tingkat keramaian kendaraan yang melintas.

Tingkat keramaian dapat dilihat dari jumlah rata-rata kendaraan yang melintas pada waktu tertentu. Namun demikian, Ismianto tak menjelaskan lebih detail soal keramaian di simpang Patung Macan.

Di sisi lain dia memandang pertigaan itu tetap perlu dipasangi traffic light karena kecelakaan cukup sering terjadi di lokasi itu. Traffic light dinilai bisa menjadi solusi lantaran rambu yang telah dipasang di lokasi itu kurang efektif mengatur pengendara atau pengemudi agar lebih berhati-hati saat melintas.

“Kami menyadari betul di pertigaan patung macan memang lokasi rawan kecelakaan. Makanya, kami memasang rambu setop di dekat pertemuan antara jalan alternatif dengan jalan utama [jalan raya Wonogiri-Sukoharjo], agar pengguna jalan berhenti sebentar sebelum melintas di jalan utama," kata dia.

Dishub juga sudah memasang warning lamp atau lampu rambu dengan isyarat lampu berwarna kuning menyala kedip-kedip agar kendaraan di jalan utama dari selatan yang menikung ke timur dan sebaliknya memperlambat laju.

Pertigaan patung macan menjadi lokasi rawan kecelakaan karena kendaraan yang melaju di jalan utama tak mengurangi kecepatan meski jalan menikung. Di sisi lain kendaraan di jalan alternatif atau jalan lama dari utara atau Nguter ingin segera menyeberang jalan utama menuju ke selatan atau arah Wonogiri.

Seharusnya kendaraan dari jalan alternatif berhenti sejenak untuk melihat kondisi lalu lintas di jalan utama. Saat ada kendaraan di jalan utama dari selatan, sementara kendaraan dari jalan alternatif menyeberang begitu saja tanpa berhenti, kecelakaan bisa terjadi.

Seperti diketahui, warga menyebut pertigaan patung macan sebagai persimpangan maut. Belum lama ini terjadi kecelakaan maut yang melibatkan sepeda motor dan mobil.

Peristiwa mengakibatkan pengendara sepeda motor meninggal dunia. Menurut warga di lokasi itu kecelakaan terjadi tiga hingga lima kali setiap tahun.