2 Ton Ikan Siap Panen di Saluran Irigasi Tugu Boto Solo Mati, Diduga Kena Racun

Pemilik budidaya ikan nila di saluran air Desa Klodran, Colomadu, Karanganyar menaikkan ribuan ikan yang mati diduga terkena racun, Sabtu (13/10 - 2018). (Solopos/Burhan Aris Nugraha)
13 Oktober 2018 09:55 WIB Iskandar Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Sekitar 2 ton ikan jenis nila dan tombro yang dibudidayakan warga Klodran, Colomadu, Karanganyar di saluran irigasi dekat Tugu Bato sepanjang sekitar 300 meter, Sabtu (13/10/2018) mati. Belum jelas penyebab kematian massal ikan yang siap panen tersebut.

Sejumlah petani ikan mencurigai adanya zat kimia berbahaya yang mencemari saluran irigasi tersebut. "Lucunya ikan yang mati di saluran irigasi hanya di bagian bawah atau yang ke arah timur. Yang di saluran atas atau yang membujur dari utara ke selatan di tepi jalan raya tidak mati," ujar salah seorang petani, Jarot, ketika ditemui di sela-sela memunguti ikan yang mati.

Menurutnya, total kerugian yang diderita tujuh petani pembudidaya ikan sekitar Rp50 juta. Dua pekan lalu salah seorang petani yang sempat menjual ikannya laku Rp27.000 per kilogram. Akibat kejadian ini, para petani banting harga dengan menjual Rp15.000 per kilogram.

Bahkan beberapa petani ada yang menjual di bawah Rp15.000 per kilogram dan ada juga yang membagi cuma-cuma ikan yang telah mati tersebut.