Pasar Klewer Solo Sisi Timur Tetap Dibangun Meski Dana Pusat Tak Jelas

Lahan bekas Pasar Klewer timur. (Solopos/Dok)
13 Oktober 2018 17:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memutuskan memberi batasan waktu hingga akhir November 2018 nanti terkait nasib pembangunan Pasar Klewer Solo sisi timur.

Hal itu menyusul ada dua skema sumber penganggaran untuk merealisasikan pembangunan pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah ini.

Skema pertama, anggaran pembangunan pasar dibiayai Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) senilai Rp58 miliar. Kemudian, skema kedua anggaran pembangunan dibiayai Pemerintah Kota (Pemkot) dalam APBD 2019 senilai Rp30 miliar.

“Kita tunggu sampai akhir November nanti. Kalau sampai itu [akhir November] belum ada kejelasan dari Pusat, ya kita pakai anggaran Pemkot,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Jumat (12/10/2018).

Sesuai informasi, Kemen PUPR akan melaksanakan lelang pembangunan Pasar Klewer sisi timur pada November mendatang. Kemen PUPR menyiapkan anggaran Rp58 miliar untuk pembangunan pasar tersebut.

Anggaran itu dialokasikan untuk pembangunan dengan mengacu detail engineering design (DED) dibangun lantai basement dan semi basement, serta bagian atas digunakan untuk hall.

Sedangkan anggaran Pemkot senilai Rp30 miliar, hanya disiapkan untuk merevitalisasi pasar seperti kondisi sebelum dilakukan pembongkaran. Nantinya pemkot akan membuka akses penghubung pasar sisi barat dan timur.

Termasuk untuk area parkir, nantinya seluruh kendaraan pengunjung maupun pedagang menggunakan akses parkir di lantai basement pasar sisi barat. “Pokoknya yang jelas pasar klewer timur dibiayai pusat atau bukan, tetap tahun depan sudah dibangun,” katanya.

Selain menyiapkan anggaran pembangunan Pasar Klewer senilai Rp30 miliar, Pemkot juga menyiapkan anggaran pendamping Rp800 juta. Anggaran tersebut digunakan Pemkot untuk pengawasan, review DED, operasional rapat dan lain sebagainya.

Hanya saja, Subagiyo tetap berharap anggaran pembangunan Pasar Klewer timur tetap dibiayai Pemerintah Pusat sesuai janji dulu saat meresmikan pasar sisi barat.

“Kalau memang tidak jadi dianggarkan Pusat, ya kita gunakan anggaran Rp30 miliar yang sekarang sudah ditangan [disetujui tim Badan Anggaran DPRD dalam APBD 2019],” katanya.

Subagiyo mengatakan lelang pembangunan pasar itupun akan dikerjakan Pemkot mulai akhir tahun nanti. Dengan harapan, awal tahun proyek Pasar Klewer timur bisa mulai dikerjakan Pemkot. Targetnya pembangunan pasar tersebut akan memakan waktu tujuh bulan.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan Pemkot tetap mengandalkan sumber pendanaan dari Kemen PUPR untuk pembangunan Pasar Klewer sisi timur. Wali Kota mengatakan pembangunan Pasar Klewer timur dibiayai Kemen PUPR, setelah Kementerian Perdagangan (Kemendag) membatalkan menganggarkan pembangunan itu.

Semula anggaran pembangunan Pasar Klewer akan dibiayai Kemendag melalui dana Tugas Pembantuan (TP) pada tahun ini. Kemendag menjanjikan akan memberikan anggaran revitalisasi Klewer timur tahap pertama senilai Rp42 miliar, namun dibatalkan.

“Kemendag sudah menyerahkan untuk pembangunan Pasar Klewer timur ke Kemen PUPR,” katanya.