Duarr! Tabrakan Bus Vs Panther di Pertigaan Wika Boyolali Terdengar Hingga 1,5 Km

Bus Hino terguling setelah menabrak Isuzu Panther di jalan Boyolali-Solo, Mojosongo, Boyolali, Sabtu (13/10/2018) malam. (Istimewa - Yoyok Harjono)
13 Oktober 2018 23:20 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Tabrakan maut bus Hino yang menghantam sebuah mobil Isuzu Panther di Pertigaan Wika, sebelah barat Ayam Penyet Rejosari, jalan Boyolali-Solo, Dukuh Pomah RT 004/ RW 001 Desa/Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Sabtu (13/10/2018) sore, menewaskan 7 orang. Bahkan, tabrakan itu menimbulkan suara yang sangat keras.

Saking kerasnya, suara tabrakan itu terdengar hingga rumah Mashari, 50, -- warga yang menjadi saksi -- yang berjarak 1,5 km dari lokasi kejadian. Karena mendengar bunyi suara itu, Mashari bersama sejumlah warga lain langsung berlari ke lokasi tabrakan.

"Kalau dari jarak segitu saja kelihatan berarti tabrakannya parah," ungkap Mashari kepada Solopos.com di TKP, Sabtu (13/10/2018) malam. Rumah Mashari berada di Rejosari, Mojosongo, Boyolali.

Kecelakaan itu terjadi pada pukul 16.15 WIB. Menurut Mashari, awalnya bus pariwisata Hino milik PO Mata Trans dengan nomor polisi AD 1417 DH itu melaju dari arah barat, namun terlalu mepet ke sebelah kanan hingga pembatas jalan.

Rem bus itu diperkirakan blong karena sebelum kejadian bus sudah tampak oleng. Sementara itu, mobil Isuzu Panther melaju dengan kecepatan sedang dari arah timur yang juga mepet di lajur kanan. Bus yang oleng tiba-tiba menyeruduk mobil dari arah depan di jalur tak berpembatas.

Kerasnya tabrakan membuat mobil ringsek dan bus besar itu terguling. Bus diketahui kosong tanpa penumpang. Di dalamnya hanya terdapat seorang sopir, Arif Hartanto, 46, asal Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten. Arif selamat dalam kejadian nahas tersebut. Namun hingga kini polisi belum menemukan SIM milik Arif.

Namun, para penumpang Isuzu Panther yang menjadi korban. Mereka yang meninggal dunia di tempat kejadian adalah Dwi Bagus, sopir Isuzu Panther; Yasinta Ayundari, 25; Slameto, 50; dan Arini. Identitas mereka menunjukkan alamat yang sama, yakni Desa Urutsewu, Ampel. Tiga korban lain juga merupakan penumpang Isuzu Panther yang belum diketahui identitasnya. Sementara satu penumpang Isuzu Panther lain yang belum diketahui identitasnya mengalami luka berat.