Klaten akan Punya Gedung Pertemuan Terbesar Senilai Rp30 Miliar

Ilustrasi uang (Solopos/Whisnupaksa Kridangkara)
13 Oktober 2018 19:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengusulkan alokasi dana Rp20 miliar untuk membangun gedung pertemuan di Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, melalui APBD 2019. Dana itu untuk memulai pembangunan gedung pertemuan yang diklaim terbesar di Klaten.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perwaskim) Klaten, Juwito, menuturkan usulan itu sudah masuk dalam pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2019.

“Tahun depan untuk tahap pertama kami usulkan Rp20 miliar. Itu untuk bangunan utama dulu. Kalau total kebutuhan bangunan utama anggarannya sekitar Rp30 miliar,” kata Juwito saat berbincang dengan solopos.com, Jumat (12/10/2018).

Lokasi pembangunan gedung pertemuan itu berada tak jauh dari Terminal Ir. Soekarno Klaten, tepatnya di belakang bekas pabrik Miwon. Luas lahan yang dipersiapkan yakni 6 ha. Pada 2018, pemkab mengalokasikan dana sekitar Rp3,5 miliar untuk pengurukan serta pembuatan talut sungai.

“Gedung utama rencananya menghadap ke utara [jalan raya]. Nanti ada pelengkap seperti taman dan gazebo. Memang ada rumah-rumah di depan lahan. Nanti akan dibongkar dan di kawasan itu bersih,” urai dia.

Disinggung besarnya alokasi dana, Juwito menuturkan hal itu lantaran besarnya gedung yang akan dibangun. Sesuai rencana, kapasitas gedung cukup untuk 4.000 orang dan menjadi gedung terbesar di Klaten.

“Kami ingin mengejar daya tampungnya. Gedungnya besar, kekuatan kolom, balok, dan kuda-kuda juga lebih besar dengan bangunan gedung lebih luas. Rencananya gedung ini dua kali lipat gedung terbesar di Klaten,” tutur dia.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan selain terdapat gedung utama dengan kapasitas 3.000-4.000 orang, di kawasan tersebut juga dibangun gedung pertemuan kecil untuk keperluan rapat pemkab atau menerima tamu.

“Di Klaten penduduknya sangat padat. Sementara, keberadaan gedung dengan kapasitas besar selama ini belum ada makanya, kami bangun gedung dengan kapasitas besar dan tempat parkir luas,” katanya.

Soal anggaran, Mulyani masih menunggu ekspose detail engineering design (DED). Proses pembangunan diperkirakan dilakukan dalam beberapa tahap. “Insyaallah kalau anggaran memungkinkan akan kami mulai tahun depan,” katanya.