Solopos Hari Ini: Nahas di Boyolali, 7 Meninggal

Harian Umum Solopos edisi Minggu (14/10 - 2018).
14 Oktober 2018 12:15 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Tujuh orang meninggal dunia dan dua lainnya luka berat dalam kecelakaan lalu lintas di Pertigaan Wika, Jalan Semarang-Solo, Dusun Pomah RT 004/ RW 001, Desa Mojosongo, Mojosongo, Boyolali, Sabtu (13/10/2018) sore. Bus pariwisata PO Mata Trans AD 1417 DH yang dikemudikan Arif Hartanto, 46, warga Belang Kulon, Jonggrangan, Klaten Utara, Klaten, menabrak Isuzu Panther bernomor polisi AD 8447 KS yang mengangkut sembilan penumpang.

Tujuh korban meninggal dunia maupun dua korban luka merupakan sopir dan penumpang Panther. Semua korban dibawa ke RSUD Pandan Arang, Boyolali. Saat kejadian bus hanya berisi sopir.

Kabar kecelakaan maut di Boyolali tersebut menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Minggu (14/10/2018). Berita tersebut bisa dibaca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Selain itu, halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga memuat kabar destinasi wisata baru di Kota Solo. Objek wisata itu adalah Galeri Sejarah Surakarta.

Belajar Sejarah Kota Solo Tak Lagi Menjemukan

Renjana Krisnina Maharani A. Tandjung di bidang riset dan sejarah melangkah pada babak baru. Dulu rajin merilis buku, kali ini ia membangun galeri sejarah tanah kelahirannya. Konsepnya sengaja dibuat kekinian untuk menarik minat generasi muda.

Serombongan tamu yang menumpang sebuah mobil tiba di pelataran Rumah Budaya Kratonan di Jl. Manduro No. 6 Solo, Kamis (11/10/2018) petang. Para tamu yang mengenakan kain tradisional dan kebaya itu mendapat kesempatan perdana menengok Galeri Sejarah Surakarta, gagasan Krisnina Maharani A. Tandjung, 58.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Harian Umum Solopos edisi Minggu juga menyajikan halaman khusus, yaitu halaman Mode. Beberapa kabar tentang mode tersaji di halaman tersebut pada Harian Umum Solopos edisi Minggu.

Eksplorasi Nitik nan Eksentrik

Motif batik nitik merupakan salah satu ragam hias klasik yang sudah eksis sejak berabad-abad lampau. Coraknya khas, diadaptasi dari anyaman kain tenun patola khas India yang merambah pasar kain Nusantara pada 1.700 tahun silam.

Ciri yang menonjol dari motif batik klasik ini terdiri atas unsur titik besar dan titik kecil yang membentuk pola geometris, bentuk bunga, daun, sulur, atau sekadar garis yang membentuk bidang. Riset kolektif dari akademisi Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja yang disusun I Made Sukanadi, Sugeng Wardoyo, dan Arif Suharsono dalam Studi dan Penciptaan Motif Nitik di Sentra Batik Kembangsongo Bantul pada 2013 lalu menunjukkan popularitas batik bermotif nitik meredup dalam kurun waktu satu dekade.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Pesona Garis-Garis Vertikal

Demam garis-garis tengah melanda jagat mode dunia. Tak cuma pekan mode yang doyan dengan motif yang satu ini, pesohor dunia seperti pasangan Justin Bieber dan Hailey Baldwin pun ikut dibuat gandrung dengan garis-garis.

Pekan ini, keduanya terlihat kompak tampil santai. Hailey mengenakan setelan model piyama bergaris vertikal hijau-hitam, sedangkan Justin cuek dengan kaus bergaris horizontal hitam-putih.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.