6 Korban Tewas Laka Boyolali Pasutri, 1 Pasangan Baru Menikah

Iring-iringan ambulans membawa jenazah korban kecelakaan Boyolali, Minggu (14/10 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
14 Oktober 2018 12:45 WIB Suharsih/Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Kecelakaan maut yang menelan tujuh korban jiwa di pertigaan Wika sebelah barat Ayam Penyet Rejosari, jalan Boyolali-Solo, Dukuh Pomah RT 004/RW 001 Desa/Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Sabtu (13/10/2018) sore, menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Ketujuh korban yang meninggal semuanya masih satu kerabat. Enam di antaranya adalah pasangan suami istri (pasutri), yakni Atmo Rejo, 72, dengan Sikam, 70, Slameto, 75, dengan Arini, 50, dan Bagus, 22, dengan Yasinta, 20.

Bagus dan Yasinta diketahui baru saja menikah. "Iya ada yang pengantin baru, Bagus dan Yasinta, baru 2-3 bulan lalu menikahnya," jelas Kepala Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel, Boyolali, Haryanto, saat ditemui wartawan Solopos, Akhmad Ludiyanto, di rumah duka, Dusun Jetaksari, RT 002/RW 003, Urutsewu, Minggu (14/10/2018) siang.

Yasinta merupakan anak Slameto. Sedangkan satu korban meninggal lainnya, Nia, merupakan cucu Atmo. Dua korban yang selamat yakni Tri Margono dan Tri Cahyo merupakan anak kembar adik dari Nia.

Ketujuh korban yang meninggal rencananya dimakamkan siang ini pukul 13.00 WIB di Permakaman Astono Peno Desa Urutsewu, kecuali Bagus yang dimakamkan di Kebakkramat, Karanganyar.

"Enam korban sampai di rumah duka tadi pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Satu korban, Bagus, langsung dibawa ke Kebakkramat," tambah Haryanto.

Sebagaimana diinformasikan, kecelakaan yang menelan tujuh korban jiwa itu terjadi akibat bus wisata Hino milik PO Mata Trans berpelat nomor AD 1417 DH menghindari sepeda motor yang menyeberang namun remnya blong.

Setir bus tersebut juga stuck atau terkunci sehingga bus oleng dan sopir bus membanting setir ke kanan, menerobos median jalan masuk ke jalur berlawanan. Saat itulah bus menabrak Isuzu Panther berpenumpang sembilan orang hingga terguling.