Terpisah dari Rombongan, Pendaki Gunung Asal Sragen Tersesat di Lawu

Gunung Lawu (Ssolopos/Mariyana Ricky P.D.)
15 Oktober 2018 18:40 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sejumlah sukarelawan di Kabupaten Karanganyar mengevakuasi pendaki asal Masaran, Sragen, Muhammad Salman, 18, yang tersesat karena terpisah dari rombongannya saat turun dari Gunung Lawu, Minggu-Senin (14-15/10/2018).

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Salman bersama rombongan tujuh orang temannya mendaki Gunung Lawu melalui jalur pendakian Candi Ceto. Saat perjalanan turun, Salman terpisah dari rombongan.

Sebagian temannya turun melalui jalur pendakian Ceto dan berada di pos 4. Sebagian lainnya turun melalui jalur pendakian Cemoro Sewu. 

Saat tersesat itu, Salman menghubungi salah seorang keluarganya melalui aplikasi Whatsapp. Dalam pesannya, Salman menulis dia tersesat karena tertinggal dari rombongan. 

Tetapi dia tidak mengetahui di mana posisinya saat itu. Salman mengaku berada di bekas kebakaran. 

Menindaklanjuti hal itu, keluarga Salman melaporkan kejadian itu ke polisi. Kemudian, keluarga Salman diantar ke pos pendakian Candi Ceto. 

Sukarelawan dari berbagai komunitas di Karanganyar menindaklanjuti laporan itu dengan menggelar rapat koordinasi pada Minggu (14/10/2018) malam.

Mereka membentuk sejumlah tim. SAR Unit (Sru) I naik ke Gunung Lawu melalui jalur pendakian Ceto pada Minggu pukul 22.00 WIB. Mereka menyisir koordinat terakhir Salman. 

Sru II menyusul pukul 00.26 WIB. Mereka berbekal logistik untuk pendaki. Sru III naik pukul 06.00 WIB, Senin. Salman ditemukan dan dibawa turun bersama anggota rombongan lain. 

Salah satu anggota Sukarelawan Ceto (Reco), Nardi, menyampaikan proses penjemputan dilakukan sejumlah sukarelawan, seperti Reco, Tim SAR Karanganyar, Basarnas Pos SAR Solo, dan lain-lain. 

Sejumlah anggota keluarga datang ke pos pendakian Ceto dan ada yang ikut mengevakuasi. Salman sampai ke pos pendakian Ceto siang hari dan mendapat pemeriksaan dari tim medis. 

"Ini sudah sampai di camp pendakian Ceto. Kondisinya sehat. Sudah bertemu keluarganya. Mereka ini rombongan sekolah SMK di Sragen ada delapan orang. Salman ini terpisah pada Minggu malam. Dia mengabari tetapi bilang tidak tahu di mana. Ternyata di Gupakan, Menjangan," tutur dia saat dihubungi Solopos.com, Senin.