Atlet Difabel Sukoharjo Raih Medali Emas dan Perak APG 2018

Atlet Asian Paragames 2018 peraih medali emas dan perak, asal Sukoharjo, Suwondo, 37, di rumahnya, Selasa (16/10 - 2018). (Solopos/Trianto Hery Suryono)
16 Oktober 2018 15:40 WIB Trianto Heri Suryono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Kajang beratap seng berdiri di halaman samping dan jalan kampung Dusun Jonggolan Turen RT 001/RW 008, Desa Ponowaren, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, Selasa (16/10/2018).

Puluhan kursi plastik warna biru dan meja tertata di halaman samping rumah tersebut. Seorang pria berkacamata berkaus putih keluar dengan senyuman saat Solopos.com datang ke rumahnya pukul 08.50 WIB.

Dia adalah , Suwondo, 37, peraih medali emas dan medali perak di ajang Asian Para Games (APG)  2018 di Jakarta yang berakhir pekan lalu. Suwondo berkompetisi di ajang Lawn Bowls (bowling lapangan)

Dengan keramahan dia mempersilakan tamu-tamunya duduk di kursi di teras atau halaman samping rumah. “Ya, kerabat dan warga [Jonggolan] memasang kajang sebelum saya pulang ke rumah, Minggu [14/10/2018] malam,” ucap Suwondo mengawali perbincangan.

Tak berapa lama kemudian ibunda Suwondo, Suti, 80, kakak dan kerabatnya bergabung dan menyalami Suwondo. Anak ke delapan pasangan suami-istri, Suti dan (alm) Kasidi Hardo Suwarno, itu bercerita olahraga yang digelutinya merupakan cabang olahraga baru.

Suwondo sebenarnya menekuni cabang atletik lempar cakram dan lempar lembing. Namun saat masuk training ia ikut lawn bowls. “Berlatih lawn bowls saat masuk training centre [TC] selama enam bulan di Jakarta. Modal hanya percaya diri saja saat mengikuti TC cabor Lawn Bowls tersebut. Alhamdulillah di kategori tunggal mendapatkan medali emas dan di ganda mendapatkan medali perak.”

Di kategori ganda, Suwondo berpasangan dengan atlet asal Jakarta, Euis Rahayu Efendi. Suami dari Esti Khomariyah, 31, ini mengatakan baik di kategori tunggal maupun ganda ia turun di kelas B4 karena disabilitas yang dialami berupa low vision atau kecacatan penglihatan yang tidak sepenuhnya.

Low vision saya alami sejak SMA. Untuk itu saat berlomba saya memakai teropong untuk mengetahui letak bola yang dilempar dengan sasaran atau jek. Musuh di final tunggal dari Hongkong menggunakan sistem kompetisi. Saya mendapatkan nilai 13 sedangkan atlet asal Hongkong meraih nilai 6,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan waktu enam bulan dimanfaatkan untuk berlatih cabor barunya dan disiplin mengikuti arahan pelatih. Dia mengaku belum berpikir akan dipakai untuk apa bonus yang diperolehnya.

Peraih medali emas mendapatkan bonus Rp1,5 miliar dan bonus medali perak ganda senilai Rp400 juta. Menurutnya, bonus sudah diterima dalam bentuk buku tabungan.

“Ini bonus terbesar yang saya peroleh. Saya belum berpikir penggunaannya. Terpenting bersenang-senang bertemu anak istri dan kerabat yang sudah ditinggal selama enam bulan lebih. Saya bersyukur disambut warga setiba di rumah.”

Dia menegaskan medalinya juga sebagai hadiah ulang tahun putri semata wayangnya, Kirana Miftahul Jannah, yang lahir 3 Oktober tiga tahun lalu.

“Saat bendera merah putih dinaikkan rasa haru bercampur sedih karena tidak bisa menemani ulang tahun anak. Jadi medali ini saya persembahkan untuk bangsa, negara, dan anak saya,” jelasnya.

Kerabat Suwondo berkumpul dan tak kuasa meneteskan air mata saat peraih medali emas dan perak tersebut menyalami mereka. Suti mengelus kepala Suwondo saat anaknya itu sungkem kepadanya.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Tawangsari, Heri Mulyadi, mengapresiasi prestasi warga Ponowaren. Dia menegaskan warganya mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia di bidang olahraga.

“Prestasi cukup membanggakan dan patut ditiru generasi muda. Cita-cita Mas Wondo memang meraih prestasi olahraga. Cita-cita itu dikemukakan saat berkumpul di wedangan hik.”

Hal senada disampaikan teman semasa kecilnya, Suyitno. “Bonus prestasi Suwondo semoga bermanfaat untuk keluarga dan mengubah kehidupannya menjadi lebih baik. Saya sebagi warga Tawangsari merasa bangga dan semoga prestasi ini mampu menginspirasi masyarakat Tawangsari khususnya dan Sukoharjo pada umumnya. Semoga prestasi Suwondo mendapatkan perhatian dari Pemkab Sukoharjo karena prestasinya mengangkat nama Sukoharjo dan Bangsa Indonesia.”