Catat, Mulai Besok Ada Pekan Yaqowiyu di Jatinom Klaten

Ribuan warga menanti sebaran apam Yaqowiyu di Jatinom, Klaten.
17 Oktober 2018 18:45 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Perayaan pekan yaa qowiyyu di Kecamatan Jatinom mulai dibuka pada Kamis (18/10/2018). Puncak perayaan tersebut yakni tradisi sebaran apam di kawasan Sendang Klampeyan, Jumat (26/10/2018).

Camat Jatinom, Sip Anwar, mengatakan pembukaan pekan yaa qowiyyu diawali dengan penampilan kesenian tarian serta drumband di halaman kantor kecamatan setempat hingga ziarah ke Makam Ki Ageng Gribig, Kamis mulai pukul 14.00 WIB. “Setelah itu dilanjutkan ke Oro-oro Jatinom untuk pembukaan pasar malam,” kata Sip Anwar saat dihubungi Solopos.com, Rabu (17/10/2018).

Sip Anwar menjelaskan ada serangkaian acara selama pekan yaa qowiyyu seperti karnaval budaya pada Sabtu (20/10/2018) serta Parade Drumband pada Minggu (21/10/2018). Sementara, kirab gunungan apam rencananya digelar pada Kamis (25/10/2018) sore sehari sebelum puncak acara sebaran apam yang digelar Jumat (26/10/2018) setelah Salat Jumat. Tradisi yaa qowiyyu sudah berlangsung secara turun temurun sejak zaman Ki Ageng Gribig. Tradisi itu diperkirakan sudah berlangsung sejak 1511 tahun alip atau sekitar 1580 Masehi.

Soal jumlah apam pada tradisi kali ini, Sip Anwar memperkirakan 4,5 ton. Apam itu termasuk yang dibagikan kepada para peziarah makam Ki Ageng Gribig pada H-1 sebaran apam atau Kamis. “Jadi 4,5 ton itu perkiraan total termasuk yang disebarkan saat puncak acara serta yang dibagikan saat peziarah datang pada Kamis,” urai dia.

Apam yang dibagikan merupakan sumbangan warga. Selain itu, tahun ini para kades di wilayah Jatinom berencana menyumbang apam pada tradisi tersebut. “Sebelumnya kami sekadar imbauan saja untuk melestarikan tradisi yang sudah ada 18 kades di Jatinom ikut menyumbang apam. Masing-masing kades sekitar 500 apam yang disumbangkan,” jelasnya.

Sip Anwar menjelaskan ada rencana puncak tradisi yaa qowiyyu bakal dihadiri Presiden Joko Widodo, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, serta Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto. “Memang direncanakan dihadiri presiden. Namun, sampai saat ini belum ada kepastiannya,” kata Sip Anwar.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan Pemkab sudah mengundang presiden untuk hadir dalam puncak tradisi yaa qowiyyu. Pemkab masih menunggu konfirmasi dari protokoler kepresidenan.