Dari Video Viral, Aksi Ugal-Ugalan Sopir Mobil di Karanganyar Terungkap

Kondisi mobil Mazda warna hijau yang mengalami kecelakaan di Tawangmangu, Karanganyar, Minggu (14/10 - 2018). (Istimewa/Instagram Polres Karanganyar)
17 Oktober 2018 19:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar mengungkap aksi pengendara mobil yang diduga ugal-ugalan hingga menabrak mobil dan warung di pinggir jalan tembus Karanganyar-Magetan, Tawangmangu, Minggu (14/10/2018) lalu.

Peristiwa itu tidak dilaporkan ke polisi. Namun video kecelakaan itu viral di sejumlah akun media sosial hingga akhirnya polisi turun tangan mengusut kejadian itu dan menemukan pengendara mobil tersebut.

Pantauan Solopos.com, ada dua video terkait kasus kecelakaan yang viral tersebut. Pada video pertama memperlihatkan mobil Mazda 2 warna hijau melaju kencang di jalan menurun dan menikung.

Begitu masuk tikungan, laju mobil itu oleng ke kiri kemudian ke kanan. Terdengar suara berdecit saat manuver itu. Mobil kemudian menyeberang jalur berlawanan.

Posisinya tepat di belakang mobil Toyota Kijang yang melaju dari arah berlawanan. Aksi itu berakhir dengan suara "brak". Mobil yang melaju dari arah berlawanan diduga Honda Brio warna kuning menabrak bagian belakang sebelah kiri Mazda 2 warna hijau.

Setelah tabrakan itu, Mazda 2 nyelonong ke bahu jalan dan sekali lagi terdengar "brak". Pada video kedua memperlihatkan kondisi mobil Mazda 2 yang menabrak dinding warung di tepi jalan.

Sejumlah orang berkerumun di dekat mobil maupun di teras warung. Informasi yang beredar, kecelakaan itu terjadi di jalan tembus Tawangmangu.

Tetapi, aparat Polsek Tawangmangu menyatakan tidak mendapat laporkan ada kecelakaan di kawasan tersebut pada Selasa maupun hari sebelumnya.

Solopos.com kemudian meminta konfirmasi mengenai video itu ke Polres Karanganyar pada Selasa (16/10/2018) malam. Tim Cyber Patrol Polres Karanganyar mengecek kebenaran video yang viral di media sosial itu.

Tidak sampai satu hari, Satlantas Polres Karanganyar menjemput seorang lelaki yang diduga pengemudi Mazda 2 warna hijau. Lelaki itu berinisial WLF, warga Tasikmadu.

Polisi menemukan barang bukti mobil Mazda 2 warna hijau terparkir di rumahnya. WLF dibawa ke kantor Satlantas Polres Karanganyar untuk dimintai keterangan.

Informasi yang beredar kecelakaan terjadi pada Minggu (14/10/2018). Selanjutnya, satu tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di jalan tembus Tawangmangu.

Kanit Laka Satlantas Polres Karanganyar, Iptu Sutarno, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, menyampaikan polisi menemukan sejumlah pecahan bodi mobil, guard rail yang rusak, dan bekas bangunan roboh setelah ditabrak mobil.

Sutarno menyampaikan lokasi kejadian di jalan tembus tepatnya di Dukuh Ngledok, RT 004/RW 002, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu.

"Betul di Karanganyar. Kami melakukan olah TKP. Mengumpulkan bukti di lokasi kejadian dan saksi. Keterangan dari lokasi kejadian sudah terkumpul. Proses penyelidikan sedang berlangsung," tutur Sutarno saat dihubungi Solopos.com, Rabu.

Sutarno menjelaskan berdasarkan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian, mobil Mazda 2 warna hijau melaju dari arah Magetan-Karanganyar kemudian masuk ke jalur berlawanan dan menghantam guard rail.

"Mobil menabrak toilet warung. Menurut pengakuan pemilik warung sudah menerima ganti rugi dari pemilik mobil senilai Rp1,5 juta," tutur Sutarno.

Hal senada disampaikan Kasat Lantas Polres Karanganyar, AKP Fariz Budiman, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto. Fariz menjelaskan polisi tidak akan menghentikan proses penyelidikan.

Fariz membagi anggota Unit Kecelakaan Lalu Lintas menjadi dua tim. Satu tim bekerja di kantor meminta keterangan dari WFL dan orang lain sementara tim yang lain bekerja di lapangan.

"Kami sedang menyelidiki. Sudah cek di TKP itu ada beneran terjadi kecelakaan di Tawangmangu. Ada kerugian material. Tetapi memang tidak dilaporkan soal kerugian maupun kecelakaan. Kami akan buatkan laporan. Kami periksa empat orang, yaitu dua orang di mobil dan dua orang di luar diduga mendokumentasikan kejadian," tutur Fariz saat ditemui wartawan di kantornya.

Fariz belum dapat memastikan apakah WFL sengaja melakukan aksi drift di jalan raya. "Yang jelas ini tidak akan dihentikan sampai di sini. Kami akan lanjutkan prosesnya."