Terseret Motor 50 Meter, Kakek Wonogiri Selamat Tapi Amnesia

Polisi mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan di Batu Kidul, Baturetno, Wonogiri, Rabu (17/10 - 2018) pagi. (Istimewa/Polsek Baturetno)
17 Oktober 2018 17:55 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Tukiman, 70, warga Desa Watuagung, Kecamatan Baturetno, Wonogiri, harus menjalani perawatan di rumah sakit karena hematoma, amnesia, dan pelipis kiri sobek. 

Tukiman mengalami semua itu setelah tertabrak sepeda motor di jalan raya Solo-Pacitan, Dusun Batu Kidul, Desa/Kecamatan Baturetno, Wonogiri, Rabu (17/10/2018) pagi.

Kapolsek Baturetno AKP Subroto mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede mengatakan Tukiman ditabrak sepeda motor yang dikendarai Komari, 60, warga Desa Bumiharjo, Kecamatan Giriwoyo.

Sepeda motor Honda Revo berpelat nomor B 6206 PIK itu melaju ke utara dengan kecepatan tinggi. Karena kondisi masih gelap Komari tidak melihat Tukiman yang mengendarai sepeda kayuh dari arah yang sama.

“Kecelakaan tidak dapat dihindarkan, saat pengendara sepeda motor menabrak tidak langsung jatuh sehingga menyeret sepeda kayuh korban sejauh 50 meter. Akibatnya korban menderita amnesia sementara pengendara sepeda motor menderita luka robek pada pelipis dan lecet begitu pula pembocengnya,” ujar AKP Subroto.

Menurut hasil analisinya, kecelakaan terjadi karena saat kejadian masih gelap ditambah lampu penerangan jalan yang kurang memadai. Ditambah pengendara motor kurang berhati-hati.

Ia mengimbau pengguna kendaraan melengkapi kendaraan sesuai spesifikasi teknik. Pengguna jalan baik pengendara sepeda kayuh maupun pejalan kaki untuk memerhatikan keamanan diri dan orang lain karena jalan merupakan sarana umum. 

Ia juga mengimbau warga Baturetno selalu mengutamakan keselamatan dan saling menghargai di jalan.

Kasatlantas Polres Wonogiri, AKP Dwi Erna Rustanti, saat ditemui Solopos.com di Sekretariat Daerah Kabupaten Wonogiri mengatakan kecelakaan itu disebabkan jalan yang sempit dan kurangnya lampu penerangan jalan. 

Saat ini ia telah menyurati stakeholder terkait agar memperhatikan lokasi-lokasi yang kurang memiliki penerangan jalan. Ia menambahkan sepanjang Januari hingga Oktober telah terjadi 451 kecelakaan lalu lintas dengan korban meningga dunia sebanyak 80 orang.