Pemkot Solo Akan Rekrut Dokter Spesialis Jadi Tenaga Kontrak

Ilustrasi tes CAT CPNS (Setkab.go.id)
18 Oktober 2018 07:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana merekrut dokter spesialis sebagai tenaga kontrak. Hal itu sebagai solusi kekosongan pelamar untuk lowongan tenaga kesehatan tersebut dalam perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018.

Mereka disiapkan sebagai tenaga kontrak untuk ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemkot Solo. Merujuk data Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), ada 14 kuota lowongan dokter spesialis yang kosong alias nol pelamar karena terganjal prasyarat batas usia maksimal 35 tahun.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo meminta pemerintah pusat merevisi aturan terkait prasyarat batas usia maksimal khusus bagi lowongan dokter spesialis. Menurutnya, batas usia maksimal pelamar dokter spesialis 35 tahun tidak realistis.

Kebanyakan dokter yang menyandang gelar spesialis berusia lebih dari 35 tahun. “Jadi mestinya itu dievaluasi lagi aturannya. Jangan disamakan dengan formasi lain,” katanya ketika berbincang dengan wartawan, Rabu (17/10/2018).

Dengan kekosongan pelamar dokter spesialis dalam perekrutan CPNS 2018, otomatis Pemkot harus mencari solusi lain. Pemkot akan membuka perekrutan mandiri untuk para dokter spesialis menjadi tenaga kontrak.

Hal ini untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di RSUD Solo, seperti RSUD Ngipang maupun RSUD Semanggi yang bakal beroperasi Agustus 2019 mendatang.

Sekretaris BKPPD Solo Dwi Ariyatno mengatakan selain dokter spesialis, ada tiga lowongan tenaga pendidikan yang juga nol pelamar. Tiga lowongan itu adalah Guru Agama Katolik SDN Tegalharjo, Guru Tenaga Informasi Komunikasi (TIK) SMPN 12, serta Guru Agama Katolik SDN Kleco 1.

Ketiga lowongan itu semuanya untuk formasi khusus penyandang disabilitas. Dwi menduga ada beberapa faktor yang membuat lowongan tenaga pendidik untuk guru kelas SD sepi peminat.

Salah satunya para pelamar hanya berorientasi ke jarak tempat penempatan dengan rumah sehingga seakan seperti zonasi sekolah. Padahal untuk CPNS tidak mengenal zonasi seperti itu.

“Hingga hari terakhir pendaftaran CASN [CPNS] 2018, jumlah pelamar untuk Solo ada 7.614 orang,” katanya.