Polresta Solo Kumpulkan Pengamen Jalanan, Ada Apa?

Ilustrasi Pengamen (Solopos/Dok.)
18 Oktober 2018 12:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polresta Surakarta dalam waktu dekat mengumpulkan pengamen dan pengemis. Satbinmas mengumpulkan mereka sebagai langkah pembinaan terkait tindak kejahatan di jalan raya.

“Kasus tindak kejahatan di jalan raya rawan terjadi di Solo dengan pelaku melibatkan pengamen dan pengemis. Mereka meminta uang kepada pengguna jalan dengan cara memaksa. Kami tidak ingin kasus itu terjadi di Kota Bengawan,” ujar Kepala Satbinmas Polresta Surakarta, Kompol Suharmono, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Rabu (17/10/2018).

Suharmono mengungkapkan pengamen dan pengemis terkadang tidak terima saat diberi uang dengan nilai kecil. Pengguna jalan merasa tidak nyaman dengan sikap pengamen dan pengemis yang seperti itu.

Warga yang pernah merasakan kejadian tersebut tidak tahu harus melapor ke mana sehingga akhirnya mengunggah informasi itu di media sosial (medsos).

“Kami perlu menyikapi persoalan itu sebagai upaya pencegahan tindak kejahatan di jalan raya. Pengguna jalan bisa marah diperlakukan seperti itu sehingga rawan terjadi gesekan di jalan raya,” kata dia.

Ia menjelaskan pemberantasan kejahatan di jalan raya merupakan bagian dari program Satbinmas tahun ini. Dalam memberikan pembinaan itu, Satbinmas akan bekerja sama dengan Satpol PP Solo.

“Kami juga mengumpulkan eks napi [narapidana] di Kota Solo untuk diikutkan dalam pembinaan. Eks napi terkadang bisa kembali terjerumus dalam kejahatan karena kurang mendapatkan perhatian,” kata dia.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo meminta Satbinmas melibatkan tokoh agama dalam pembinaan kepada pengemis, pengamen, dan eks napi. Satbinmas tidak cukup hanya membenahi mental mereka tetapi juga harus dibekali spiritual.

“Kami menilai persoalan kriminalitas tidak hanya tugas Satreskrim. Satbinmas memiliki peran sama dalam menangani kasus kriminalitas dari segi pencegahan,” kata dia.