Viral Saat Mudik Lebaran, Jembatan Kali Kenteng Salatiga Hampir Kelar

Pekerja beraktivitas di lokasi pembangunan jembatan Kali Kenteng ruas tol Salatiga-Ngemplak, Boyolali, Rabu (17/10 - 2018). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)
18 Oktober 2018 11:15 WIB Bayu Jatmiko Adi Boyolali Share :

Solopos.com, SALATIGA -- Pilar-pilar jembatan kokoh menopang jalur tol yang melintang di atas Kali Kenteng. Jalur tol itu menghubungkan Salatiga dengan Ngemplak, Boyolali.

Jembatan tersebut melintas di atas lembah yang di dasarnya mengalir dua sungai kecil, yaitu Kali Kenteng dan Kali Serang. Dari dasar lembah, pilar-pilar tersebut terlihat menjulang tinggi.

Pilar tertinggi mencapai 39,55 meter (m). Jembatan tol Kali Kenteng terdiri dari 12 bentangan girder. Dengan panjang sekitar 495 m, jembatan tersebut menjadi jembatan terpanjang di ruas tol Salatiga-Ngemplak.

Saat ini hampir semua bentang telah dipasangi girder di sisi atasnya yang menghubungkan pilar yang satu dengan pilar lainnya. Hanya satu bentang yang belum dipasang girder sehingga dari dasar lembah, jembatan tersebut masih terlihat terputus.

Beberapa pekerja terlihat beraktivitas di atas jembatan. Pada Rabu, masih terlihat adanya pengerjaan di beberapa lokasi di ruas tol Salatiga-Ngemplak. Belum semua jalur bisa dilewati.

Sementara di dasar lembah, jalur beton masih menempel kuat. Beberapa kendaraan lalu lalang melalui jalur tersebut termasuk kendaraan para jajaran PT Jasamarga yang saat itu datang meninjau lokasi pembangunan jembatan.

Jalur itu adalah jalur sementara yang dulu difungsikan untuk memfasilitasi para pemudik pada Lebaran lalu. Banyak diberitakan pula jalur sementara itu merupakan jalur ekstrem karena tanjakannya yang cukup curam.

Sekarang jembatan tersebut sedang dikebut pengerjaannya agar selesai sesuai target. Jembatan ditargetkan selesai awal November tahun ini.

Proses pemasangan girder pada satu-satunya bentangan jembatan yang masih melompong itu pun mulai dilakukan. Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), David Wijayatno, mengatakan jembatan Kali Kenteng merupakan jembatan terpanjang pada ruas tol Salatiga-Ngemplak, Boyolali.

Jembatan terdiri dari 12 bentang dengan masing-masing bentang memiliki panjang sekitar 40 m. "Progresnya saat ini sudah hampir selesai. Tinggal girder untuk satu bentang saja yang belum terpasang," terang dia kepada wartawan yang mengikuti press tour ke lokasi jembatan Kali Kenteng, Rabu (17/10/2018) siang.

David menargetkan pemasangan girder tersebut selesai dalam enam hari ke depan. Kemudian dilanjutkan dengan pengecoran pelat lantai jembatan. Targetnya awal November nanti jembatan tersebut sudah jadi secara keseluruhan.

Jembatan Kali Kenteng merupakan bagian dari tol Semarang-Ngemplak dengan panjang jalur sekitar 75 kilometer (km). Pemegang konsesi tol Semarang-Ngemplak adalah PT Trans Marga Jateng.

Sedangkan PT JSN diberi tugas untuk mengerjakan konstruksi ruas tol Salatiga-Ngemplak dengan panjang jalur sekitar 29 km dari panjang total 32 km. Sedangkan sekitar 2,5 km sisanya dikerjakan pemerintah.

Saat ini progres pembangunan fisik ruas tol Salatiga-Ngemplak telah mencapai 91,6%. Secara keseluruhan pembangunan ditargetkan selesai pertengahan November.

Selanjutnya bisa diuji kelayakannya dan setelah lolos bisa dioperasionalkan. Jika semua berjalan lancar diperkirakan ruas tol sudah bisa dioperasionalkan pada Desember.

Dengan begitu, pada momentum liburan Natal maupun Tahun Baru sudah dapat menghubungkan jalur Salatiga-Ngawi.

"Ruas Sragen sampai Ngawi sudah uji layak fungsi dua hari kemarin, Senin dan Selasa [15-15 Oktober]. Setelah sertifikat layak fungsi turun akan difungsikan. Diharapkan akhir bulan ini dioperasikan untuk jalur sepanjang 51 km itu," kata dia.

Menurut David, total anggaran pembangunan tol Salatiga-Ngawi sekitar Rp11,3 triliun. Dirut PT Jasa Marga (Persero) Tbk., Desi Arryani, hari itu juga meninjau lokasi jembatan Kali Kenteng.

Menurut Desi, setelah jembatan selesai jalur di bawah jembatan tidak lagi boleh dilewati kendaraan pengguna jalan tol. Jalur di bawah jembatan akan tetap ada namun untuk aktivitas masyarakat setempat.

Dia menjelaskan sudah ada target untuk pembangunan tol tersebut. Ruas Salatiga-Ngemplak direncanakan selesai 15 November. Sedangkan jalur Trans Jawa ditarget selesai akhir November.

"Target 30 November mudah-mudahan tidak meleset. Nanti akan dilanjutkan uji kelayakan kemudian akhir tahun bisa dioperasikan dan awal tahun [2019] ditarifkan," kata dia.