Senggolan 2 Motor di Barat DPRD Solo, Kaki Terlindas Truk Tanki BBM

Polisi mengevakuasi dua sepeda motor yang terlibat kecelakaan bersama sebuah truk tanki BBM di Jl Adi Sucipto, sebelah barat Kantor DPRD Kota Solo, Jumat (19/10 - 2018) malam. (Solopos.com / Adib Muttaqin Asfar)
20 Oktober 2018 01:29 WIB Adib Muttaqin Asfar Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sebuah kecelakaan terjadi di Jl Adi Sucipto Solo, kawasan di sebelah barat pertigaan Kantor DPRD Kota Solo, Jumat (19/10/2018) malam. Seorang pengendara motor terlindas kakinya oleh sebuah truk tanki Pertamina berkapasitas 32.000 liter.

Menurut keterangan sejumlah saksi mata, insiden itu terjadi pada pukul 23.30 WIB atau menjelang tengah malam, tepatnya di sebelah barat Kantor Sucofindo Unit Pelayanan Surakarta. Kecelakaan tersebut melibatkan dua sepeda motor dan sebuah truk tanki pengangkut BBM milik Pertamina.

Kejadian bermula saat Yamaha Vega R warna hitam yang dikendarai oleh Waluyo, 47, warga Karangasem, Laweyan, Solo, melaju dari arah timur. Waluyo yang sedang memboncengkan istrinya sebenarnya melaju dengan kecepatan normal. Pada saat yang sama, sebuah Honda Scoopy warna hitam-biru tua berpelat nomor AD 2133 AVE datang dari arah yang sama.

Tanpa diduga, Scoopy yang melaju lebih kencang tersebut menyenggol motor yang dikendarai Waluyo dari belakang. Akibatnya, Vega R yang dikendarai Waluyo dan istrinya terpental ke arah kanan (utara) mendekati median jalan. Sedangkan Scoopy dan pengendaranya terpental ke kiri (selatan) atau ke tepian jalan.

Nahas bagi Waluyo dan istrinya, dari arah timur muncul truk tanki pengangkut BBM Pertamina. Meski tidak berjalan terlalu kencang, truk tanki tersebut tak bisa berhenti mendadak dan akhirnya menabrak motor Waluyo. Bahkan, salah satu roda truk tanki tersebut melindas salah satu ujung kaki istri Waluyo.

Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung berlari ke arah korban dan memberikan pertolongan. Korban langsung dibawa ke RS DR Soeharso, Pabelan, Kartasura, untuk mendapatkan pertolongan akibat terlindas roda truk. Sementara itu, Waluyo dan pengendara Scoopy tidak mengalami luka serius.

"Awalnya saya berada di Warung YY [tak jauh dari lokasi, selatan Jl Adi Sucipto]. Lalu saya dengan bunyi sreekk srekk srekk. Ada orang minta tolong. Ternyata itu teman saya. Akhirnya istrinya, kalau tidak salah namanya Warni, 44, dibawa ke RS Soeharso, soalnya tadi katanya RS lain tidak sanggup," kata Suharno, 47, warga Jajar yang kebetulan berada tak jauh dari lokasi kecelakaan, kepada Solopos.com, Sabtu (20/10/2018) dini hari.

Suharno mengatakan kecepatan truk sebenarnya tidak terlalu kencang. "Kalau kencang, pasti kejadiannya lebih buruk, korbannya ga cuma seperti itu," ujarnya.

Keterangan senada diungkapkan oleh Yudi, 31, warga Karangasem, Laweyan. Menurutnya, ketiga pengendara motor tersebut jatuh ke arah yang berbeda. Namun dia mengaku tidak mengetahui identitas para korban.

Aparat dari Satlantas Polresta Solo langsung mengevakuasi dua sepeda motor yang terlibat kecelakaan tersebut. Pengendara Scoopy dan pengemudi truk tanki juga dibawa ke Satlantas untuk dimintai keterangan. Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi detail tentang identitas pengendara Scoopy dan pengemudi truk tanki karena langsung dibawa aparat ke Satlantas.