Terungkap! Misteri Di Balik Pembuangan Bayi Wuryantoro Wonogiri

Petugas melakukan olah TKP penemuan mayat bayi di ladang warga Desa Pulutan Kulon, Wuryantoro, Wonogiri, Jumat (19/10 - 2018). (Istimewa/Humas Polres Wonogiri)
22 Oktober 2018 17:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Tanda tanya seputar penemuan mayat bayi laki-laki yang sempat membuat heboh warga Desa Pulutan Kulon, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri, Jumat (19/10/2018), akhirnya terungkap.

Bayi yang ditemukan di ladang tersebut merupakan anak dari pasangan suami istri asal Kecamatan Manyaran. Bayi berusia enam bulan dalam kandungan tersebut meninggal karena orang tuanya kejeglong atau terperosok lubang jalan saat mengendarai motor di Jogja.

Paman orang tua bayi tersebut, Widodo, saat ditemui Solopos.com di Manyaran, Senin (22/10/2018), mengatakan keponakannya telah lama menikah dan telah dikarunai seorang anak.

“Kemenakan saya pasangan suami istri sah, ada akta nikahnya bahkan saya sendiri sebagai saksi dalam pernikahan tersebut. Mereka telah memiliki seorang anak berusia empat tahun,” ujar Widodo.

Ia cukup terkejut dengan respons masyarakat di media sosial yang menghujat keponakannya itu. Menurutnya, warga desa tempat tinggal kedua orang tuanya biasa saja mengetahui kabar yang beredar dikarenakan memang kedua orang tua bayi tersebut merupakan pasangan sah.

Menurutnya, tidak ada unsur kesengajaan yang mengakibatkan bayi tersebut gugur dalam kandungan. Ia menyayangkan keponakannya yang memilih memakamkan sendiri bayi mereka.

“Kemenakan saya saat pergi ke Jogja kejeglong sehingga bayi telah meninggal dalam kandungan. Hanya saja saat menguburkan jasad bayi tidak diketahui warga jadi gempar mungkin karena mereka tidak ingin merepotkan. Toh, tempat memakamkannya di dekat ladang garapan bapaknya juga. Kata dokter juga tidak ada unsur kesengajaan, lebih pada kandungan yang tidak kuat,” imbuhnya.

Ia menambahkan warga juga tidak mengetahui ibu bayi tersebut hamil. Hal ini disebabkan postur ibu bayi tersebut gemuk dan tidak terlalu tinggi.

Bahkan, ia juga tidak mengetahui kemenakannya hamil. Menurutnya, ayah dari bayi tersebut orang yang ramah, mudah bergaul, dan sosok yang terbuka. Ayah dari bayi nahas tersebut bekerja di salah satu pabrik di Sukoharjo.

Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP M. Kariri, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede saat dihubungi Solopos.com, mengatakan tengah menyelidiki lebih lanjut kasus penemuan mayat bayi itu. Selain itu, ia menunggu hasil autopsi untuk mengetahui kondisi bayi tersebut.

“Hasil sementara, usia bayi enam bulan kandungan dan belum sempat hidup, ” ujar Kariri.

Terkait dugaan pelaku yang merupakan pasangan suami istri warga Kecamatan Manyaran, dari informasi yang didapatnya, pasangan suami istri itu terguncang saat mengendarai kendaraan di jalan berlubang.

Hal itu menyebabkan bayi dalam kandungan sang istri keguguran. Hanya saja, pasangan tersebut memakamkan putranya tanpa diketahui masyarakat.