Kerangka Manusia Dicor dalam Tong, Beda Keterangan Polisi & RSUD Moewardi Solo

Ilustrasi garis polisi. (polri.go.id)
27 Oktober 2018 19:41 WIB Trianto Hery S/ Ratih Kartika Sukoharjo Share :

Solopos.com, SOLO -- Tim forensik RSUD dr Moewardi telah melakukan autopsi terhadap kerangka manusia yang ditemukan dicor dalam tong besi di Grogol, Sukoharjo. Namun, ada dua keterangan berbeda dalam kesimpulan dari hasil autopsi tersebut.

Dua dokter forensik RSUD dr Moewardi telah melakukan autopsi itu pada Sabtu (27/10/2018) pukul 09.00-11.00 WIB. Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr. Moewardi, Eko Haryati, menyampaikan bahwa kerangka tersebut dinyatakan sebagai kerangka manusia dan sudah berumur dua bulan sejak meninggal dunia.

Hasil autopsi menyimpulkan kerangka manusia tersebut berjenis kelamin laki-laki dan berusia lebih dari 25 tahun dan kurang dari 60 tahun. Dalam hal ini, kesimpulan tersebut konsisten dengan keterangan dari Kapolsek Grogol AKP Dani Herlambang.

Namun, Eko menyatakan tim dokter forensik tidak menemukan retakan atau patahan pada kerangka manusia itu. “Dari kerangkanya tidak ada retak ataupun patah,” ujarnya.

Eko juga menjelaskan bahwa dari autopsi kerangka tidak ditemukan tanda-tanda pemukulan atau pembunuhan. “Penyidikan selanjutnya akan diserahkan ke pihak yang berwajib dari Polsek [Grogol] maupun Polres [Sukoharjo],” ungkapnya.

Dalam hal inilah terdapat perbedaan antara keterangan Eko dengan kepolisian. Jika Eko menyebut tak ada retakan pada kerangka manusia itu, maka Kapolsek Grogol menyatakan sebaliknya.

"Ditemukan tengkorak belakang dan kiri retak bekas benda keras," kata Dani Herlambang melalui aplikasi Whatsapp yang diterima Solopos.com, Sabtu.

Polsek Grogol juga ikut mengawasi pada saat pemeriksaan tersebut. Proses selanjutnya akan diserahkan kepada pihak kepolisian dan pihak rumah sakit hanya akan menjadi saksi ahli dalam proses persidangan.