Harga Petai di Wonogiri Terjun Bebas Cuma Rp500/Lonjor

Pedagang di Pasar Kota Wonogiri, Karti, 53, menunjukkan petai dagangannya, Jumat (26/10 - 2018). (Solopos/Rudi Hartono)
27 Oktober 2018 14:40 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Harga petai di Wonogiri anjlok hingga mencapai Rp500/lonjor. Hal itu karena panen petai di Kota Sukses melimpah. Harga diprediksi akan naik kembali meski tak signifikan saat musim petai mulai habis.

Polong-polongan yang menimbulkan bau khas itu sangat digemari sebagian masyarakat. Biasanya petai dimakan untuk lalapan. Namun ada pula yang menjadikannya campuran sayur. Wilayah penghasil petai di Wonogiri tersebar di seluruh kecamatan. Tak sedikit warga yang menanam pohon petai di halaman atau pekarangannya. Musim petai di Wonogiri berlangsung sejak sebulan terakhir.

Pedagang petai di Pasar Krisak, Desa Singoturan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Ratmi, 48, saat ditemui solopos.com di tempatnya berjualan, Jumat (26/10/2018), mengatakan harga petai kualitas biasa saat ini Rp500/lonjor atau seikat Rp6.000. Seikat berisi 12 lonjor. Petai kualitas super Rp1.000/lonjor atau Rp12.000 seikat. Seikat petai super berisi 10 lonjor.

Petai dikategorikan kualitas super jika buah besar, lonjorannya panjang, tua, dan kondisinya baik. Harga tersebut jauh lebih murah dibanding sebulan sebelumnya saat belum banyak warga yang panen petai. Lantaran ketersediaan terbatas, harga menjadi mahal. Saat itu harga petai biasa Rp1.000-Rp1.200/lonjor atau Rp12.000 seikat, sedangkan petai super mencapai Rp3.000-Rp4.000/lonjor atau Rp35.000 seikat.

“Sebenarnya orang tak pernah bosan makan petai. Sampai sekarang pun saya bisa menjual 200-500 lonjor/hari. Kadang saya mengirim pesanan sampai 5-20 karung ke Jakarta. Namun, karena saat musim petai seperti sekarang ini di mana pun ada yang jual, jadi harga turun drastis,” kata warga Singodutan itu.

Makan petai mengakibatkan bau mulut tak sedap. Namun, bau tersebut dapat dikurangi secara signifikan dengan mudah. Menurut Ratmi bau mulut tak sedap bisa berkurang jika seusai makan petai langsung minum kopi.

Harga petai yang dijual di Pasar Kota Wonogiri juga pada posisi yang sama. Pedagang petai, Karmi, 56, memprediksi harga petai akan berangsur naik menjelang musim petai berakhir. Pada saat itu ketersediaan petai mulai menyusut. Namun, biasanya kenaikan harga tak signifikan, yakni lebih kurang Rp500-Rp1.000/lonjor. Warga Bulurejo, Mloko Manis Kulon, Ngadirojo memperkirakan musim petai akan berlangsung hingga Desember.

“Karena di mana-mana banyak yang menjual akhirnya penjualan saya menurun. Waktu masih belum banyak yang jual karena belum semua pohon panen, petai saya bisa terjual 150 lonjor/hari. Sekarang menyediakan 50 lonjor pun enggak habis,” kata Karmi.