Ada Momen Pelukan Jokowi-Prabowo di Mural Solo

Mural di Ngapeman Solo. (Solopos / Mariyana Ricky PD)
28 Oktober 2018 08:00 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Momentum haru Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berpelukan bersama pesilat andal, Hanifan Yudani Kusumah, di ajang Asian Games 2018 menjadi mural teranyar di Koridor Slamet Riyadi, Solo. Mural yang bersisihan dengan sosok fenomenal Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti itu menjadi bagian dari Gerakan Solois Solo 2018.

Program yang diinisiasi setahun lalu itu, kini memasuki tahun kedua. Direktur Program Solois Solo, Irul Hidayat, mengatakan tahun ini ada sekitar 100-an muralis yang dilibatkan untuk menggambar di sejumlah titik pertokoan dan fasad di Jl. Gatot Subroto, Jl. Slamet Riyadi mulai dari Halte Ngapeman hingga Nonongan, dan gang-gang kecil di Kampung Kemlayan, Kecamatan Serengan.

“Acara seremonial berlangsung Sabtu dan Minggu [27-28/10/2018] sedangkan proses menggambarnya telah dimulai beberapa bulan lalu. Ada mural bikinan tahun lalu yang diperbarui atau diganti karena umur mural terbatas maksimal dua tahun karena terpapar sinar matahari dan hujan,” kata dia, Sabtu (28/10/2018).

Irul menyebut ruang kreasi mural dan grafiti dapat terwujud apabila seniman mau berinteraksi dengan lingkungannya. Hal tersebut dapat dimulai dengan mengkomunikasikan terlebih dahulu ihwal niatan melukis karya visual di dinding dengan pemilik bangunan. Selanjutnya adalah mengonsep karya dengan melibatkan si empunya dinding, dengan terlebih dahulu menyodorkan tema yang akan divisualisasikan.

“Salah satu muralis menggambar sosok berwajah komedian Mr. Bean di dinding Toko Batik. Keunikan mural ini adalah pakaian yang dikenakan Mr. Bean yaitu seragam prajurit Keraton Kasunanan Surakarta,” kata dia.

Irul mengatakan kreasi visual di dinding dan jalanan tersebut seluruhnya penuh makna. Isinya beragam, dengan menyentuh segala konteks situasi sosial, kebudayaan, politik, hukum, dan ekonomi. Terkadang dapat memberi inspirasi, menyentil hati nurani, dan moral. Mural hadir memberi warna baru di tengah absurditas masyarakat urban.

Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, mengatakan mural-mural di Jl. Gatot Subroto merupakan bagian dari manifestasi ide menjadi kreasi. Dengan semangat Hari Sumpah Pemuda ke-90, ruang kreasi mural ini diharapkan mampu mengubah coreng moreng tak berseni menjadi inspirasi yang mewarnai imaji. Ia juga berharap titik ini menjadi destinasi wisata malam baru di Kota Bengawan.

Acara seremoni selama dua hari itu dimeriahkan dengan penampilan band, live mural, dan tari kontemporer.