9 Gunungan Diarak di Kirab Budaya Ketelan Solo

Gunungan diarak dalam Kirab Budaya Ketelan 2018 di wilayah RW 001 Ketelan, Banjarsari, Solo, Minggu (28/10 - 2018). (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
28 Oktober 2018 14:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Warga Kelurahan Ketelan, Banjarsari, Solo, kembali menggelar kirab budaya pada tahun ini. Seperti tahu-tahun sebelumnya, penyelenggaraan kirab budaya 2018 ini kembali mengusung banyak gunungan.

Sedikitnya sembilan gunungan diarak sesuai jumlah RW di Ketelan, Minggu (28/10/2018). Warga Ketelan mengisi dan menghias gunungan sesuai kreasi masing-masing.

Ada yang mengisi gunungan dengan sayur-mayur dan buah-buahan, tapi banyak juga yang memanfaatkan jajanan pasar. Sebagai contoh, warga RW 003 yang secara khusus menampilkan gunungan diisi rengginang beraneka warna.

Koordinator Panitia Seksi Acara Kirab Budaya Ketelan 2018, Agus Basuki, menyebut kirab budaya tahun ini merupakan kirab budaya kelima yang pernah digelar warga Ketelan. Kirab budaya tersebut untuk melestarikan budaya.

Saat mengikuti kirab, rata-rata warga mengenakan pakaian tradisional baik dari Jawa maupun daerah lain di Tanah Air. Selain itu, beberapa warga menampilkan seni pertunjukan daerah saat kirab.

"Tahun ini Kirab Budaya Ketelan mengusung tema Ketelan Gapuraning Budoyo dengan harapan bisa memotivasi wilayah lain untuk terus ikut nguri-uri budaya," kata Agus saat berbincang dengan Solopos.com di tepi Kali Pepe wilayah RW 001 Ketelan yang menjadi lokasi start Kirab Budaya Ketelan 2018, Minggu pagi.

Selain warga, Kirab Budaya Ketelan 2018 diikuti sejumlah pelaku usaha dan sekolah di wilayah Ketelan. Beberapa sekolah dan pengusaha itu, antara lain SMA Muhammadiyah 1 Solo, Hotel Sahid Jaya, Bakso Alex, dan lain sebagainya.

Agus menyebut tahun ini para pengusaha dan sekolah itu lebih antusias dalam mengikuti kirab. "Ke depan kami berencana membuat dan mengusung replika ketel sebagai identitas wilayah Ketelan. Ketel itu nama alat untuk membatik. Sejarahnya dulu Ketelan ini pusatnya batik tangan. Makanya dinamai Ketelan, dari asal kata ketel, kemudian ditambah imbuhan kata 'an'," jelas Agus.

Camat Banjarsari, Indradi, mewakili Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengapresiasi warga Ketelan dan Pemerintah Kelurahan Ketelan yang telah menggelar kirab dengan tujuan melestarikan budaya sekitar.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Solopos.com, setibanya di lokasi finis di wilayah RW 003 Ketelan, gunungan yang dibawa peserta kirab lantas dibagikan dan jadi rebutan warga.

Setelah itu diadakan pengumuman lomba penampilan terbaik peserta kirab. Pemenang lomba itu diberi hadiah piala bergilir.