PDAM Kesulitan Olah Air Bengawan Solo Karena Tercemar Limbah

Air Kali Samin, Sukoharjo, berwarna hitam, Minggu (28/10 - 2018). (Istimewa/Perumda Air Minum Toya Wening Solo)
28 Oktober 2018 18:40 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Perumda Air Minum Toya Wening (PDAM) Solo belakangan ini makin kesulitan mengolah air baku Sungai Bengawan Solo menjadi air bersih. Hal itu tak hanya karena air Sungai Bengawan Solo tengah surut tapi juga tercemar polutan.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) Perumda Air Minum Toya Wening Solo, Bayu Tunggul, mengakui Perumda Air Minum belakangan mendapat keluhan dari pelanggan di wilayah Kecamatan Jebres mengenai kondisi air bersih yang terdistribusi ke rumah mereka berubah menjadi keruh dan berbau tidak sedap.

Dia menjelaskan hal itu bisa terjadi karena kondisi air baku Sungai Bengawan Solo semakin sulit diolah saat memasuki musim kemarau. Perumda Air Minum menemukan sumber air baku Sungai Bengawan Solo yang selama ini diambil selalu tercemar limbah tekstil terutama dari aliran Kali Samin, Sukoharjo.

"Kami sedang sangat kesulitan mengolah sumber air baku Sungai Bengawan Solo. Hal terjadi karena sumber air baku Sungai Bengawan Solo yang diolah di IPA Jurug dan Jebres telah tercemar limbah dari Kali Samin," jelas Bayu kepada Solopos.com, Minggu (28/10/2018) siang.

Bayu mengatakan Perumda Air Minum Toya Wening bakal melaporkan temuan air baku Sungai Bengawan Solo tercemar parah kepada Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo.

Bayu berharap Wali Kota atau Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bisa berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo untuk mengeliminasi pembuangan limbah ke Kali Samin.

Bayu juga berharap Pemkab Sukoharjo dengan cepat bisa merespons keluhan Pemkot Solo atau Perumda Air Minum Solo demi penyediaaan air bersih yang layak bagi masyarakat.

"Kami akan bikin laporan untuk Pak Wali agar persoalan air baku Sungai Bengawan Solo yang tercemar limbah ini bisa dikomunikasikan dengan Pemkab Sukoharjo. Yang jelas kami sudah mengecek kondisi lapangan. Kami sudah lihat pabrik-pabriknya [yang membuang limbah ke Kali Samin]. Ada macam-macam pabrik," terang Bayu.

Sementara itu, Bayu menyampaikan kualitas air bersih olahan air baku Sungai Bengawan Solo yang mengalir ke rumah para pelanggan sementara masih di atas baku mutu, meski keruh dan berbau.

Dia menyampaikan Perumda Air Minum tak akan mendistribusikan air minum yang tidak sesuai baku mutu. Sebagai gantinya, Perumda Air Minum bakal mengirim mobil tangki air bersih ke rumah pelanggan yang tidak teraliri air.

Bayu membeberkan Perumda Air Minum baru tahun ini merasa sangat kesulitan mengolah air baku Sungai Bengawan Solo, tepatnya sejak Rabu (24/10/2018) lalu.

"Tahun ini untuk pertama kali. Ya baru sekitar lima hari ini. Kali Samin itu bermuara di Kagokan, wilayah Sukoharjo. Maka dari itu kami mau lapor Pak Wali supaya bisa dikomunikasikan dengan pejabat berwenang di Sukoharjo," tutur Bayu.