Ini 2 Tanda Anak Kecanduan Pornografi di Gawai

Ilustrasi pencarian di Google (Pictagram)
28 Oktober 2018 19:46 WIB Insetyonoto Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Kepala Seksi (Kasi) Aplikasi Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Solo Risang Cantika Budi mengatakan ada dua tanda anak kecanduan pornografi di gawai.

Pertama, anak gugup saat diajak bicara dan kedua suka menyendiri. Risang mengatakan ancaman terbesar penggunaan gawai di kalangan generasi milenial saat ini adalah pornografi.

Konten pornografi banyak tersebar di dunia maya. Orang tua perlu melakukan upaya pencegahan agar anaknya tidak membuka konten-konten pornografi di gawai.

“Pornografi membawa dampak buruk bagi generasi muda karena membuat malas beraktivitas dan mudah marah,” katanya saat Seminar Perenting Plus Kelas Program Khusus SMP Muhammadiyah 1 Solo di Balai Muhammadiyah di Jl. Teuku Umar Solo, Sabtu (27/10/2018).

Seminar dengan tema Membangun Generasi Milenial di Era Digital dibuka Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhmmadiyah (PDM) Solo, Yatimun. Kegiatan tersebut diikuti ratusan orang tua dan siswa Program Khusus SMP Muhammadiyah 1 Solo.

Menurut Risang, ciri-ciri anak yang kerap membuka konten pornografi adalah gugup ketika diajak bicara dan senang menyendiri. Peran orang tua sangat diperlukan agar anak tidak sampai membuka konten-konten pornografi di perangkat gawai.

Orang tua wajib memberikan pengertian tentang Internet sehat, membatasi penggunaan gawai, dan melatih anak berkata tidak terhadap pornografi. “Paling penting orang tua memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya karena usia mereka rentan untuk mencari identitas diri dan potensinya,” jelas dia.

Dalam kesempatan itu, Risang mengingatkan para siswa dan orang tua yang hadir agar tidak mengunggah sesuatu sebelum diketahui kebenarannya atau hoaks serta karena iseng. “Kita sendiri nanti yang terkena akibatnya. Sudah banyak kejadian,” ungkapnya sambil memutarkan video orang yang ditangkap polisi karena menyebarkan berita hoaks.

Medsos yang digunakan secara benar dapat membawa manfaat, antara lain memperluas jaringan pertemanan, sarana promosi bisnis, dan lainnya. “Ada orang-rang yang menyalahgunakan medsos untuk negatif, seperti menyebar hoaks,” ujar Risang.

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Solo Sukidi dalam kesempatan sama mengatakan kegiatan itu bertujuan para siswa lebih selektif menggunakan teknologi gawai. “Di sekolah para siswa dilarang membawa gawai. Sementara di rumah agar orang tua ikut memberikan perhatian,” kata dia.

Kegiatan seminar parenting, imbuh Sukidi, merupakan inisiatif dari forum orang tua siswa untuk menambah pengetahuan. “Kami mendukung dan memfasilitasi seminar agar berjalan lancar,” kata dia.