Solopos Hari Ini: KPK Gencarkan Penindakan

Harian Umum Solopos edisi Senin (29/10 - 2018).
29 Oktober 2018 11:30 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melipatgandakan penindakan karena banyaknya pejabat publik yang terlibat korupsi. Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Jakarta, Minggu (28/10/2018). "KPK harus melipatgandakan penindakan dan hadir secara masif di banyak kementerian dan lembaga. KPK juga perlu banyak orang-orang lagi," ujar Saut.

Berdasarkan data di laman Acch.kpk.go.id, hingga Juli 2018, KPK melakukan penanganan kasus korupsi dengan perincian penyelidikan 84 perkara, penyidikan 93 perkara, penuntutan 63 perkara, inkracht 55 perkara, dan eksekusi 54 perkara. Selama periode itu, sudah 129 orang menjadi tersangka atau jauh lebih banyak dibandingkan jumlah tersangka yang ditetapkan pada 2017 lalu.

Kabar tentang rencana KPK yang akan menggencarkan penindakan itu menjadi berita utama di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Senin (29/10/2018). Berita tersebut bisa dibaca secara lengkap di E-Paper Solopos.

Selain itu, halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga dihiasi berita tentang kekalahan Timnas U-19 Indonesia yang gagal lolos ke Piala Dunia U-20. Indonesia gagal melangkah ke Piala Dunia U-20 setelah ditundukkan Jepang pada Babak 8 Besar Piala AFC U-19 2018.

Garuda Nusantara Tak Boleh Berhenti

Indonesia harus meneruskan penantian panjang selama hampir 40 tahun untuk tampil di Piala Dunia U-20. Itu terjadi setelah Witan Sulaeman dkk. dibekuk Jepang dengan skor 0-2 pada perempat final Piala AFC U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (28/10/2018) malam WIB.

Namun, perjalanan karier para pemain Garuda Nusantara, julukan Indonesia U-19, masih panjang. Langkah Egy Maulana Vikri dkk. dalam mengharumkan tim nasional tidak boleh berheti sampai di sini.

Simak ulasan lengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, ada kabar tentang rencana sejumlah kepala desa asal Malaysia yang ingin belajar tentang pembangunan desa ke Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jateng. Selain itu, ada ulasan tentang truk kemanusiaan yang mengumpulkan bantuan untuk korban bencana di Sulawesi Tengah.

Malaysia Belajar ke Ponggok

Sebanyak 15 kepala desa (kades) dari Malaysia bakal belajar ke Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Para kades asal negeri jiran itu bakal belajar tentang manajemen pemerintahan desa.

Hal itu disampaikan Menteri Pembangunan Luar Bandar Malaysia, Y.B. Datuk Seri Rina Mohd. Harun. Dia mengatakan Malaysia dan Indonesia sama-sama ingin belajar terkait pembangunan desa. Ia menjelaskan pembangunan desa tak sekedar dari sisi infrastruktur.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Niat Membantu Menyatu di Truk Kemanusiaan

Truk pengangkut kontainer terparkir di sisi selatan Jl. Adisucipto, Manahan, Jumat (26/10/2018) siang. Tepat di sebelah utara Patung Sukarno atau plasa Manahan. Truk berpelat nomor L 8279 UC warna hijau itu mengangkut berbagai keperluan bagi para korban bencana di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulewesi Tengah.

Barang senilai Rp530 juta itu terdiri atas antara lain bahan makanan, pakaian, obat-obatan, susu, makanan bayi, terpal, tenda, genset, alat-alat tulis, dan lainnya. Di bagian depan truk dipasang sebuah bendera berlatar belakang putih bertuliskan Lembaga Amil Zakat Al Ihsan (Lazis) Jawa Tengah.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.