Air PDAM Solo di Mojosongo Keruh dan Berlumut

Air PDAM di Mojosongo, Solo, keruh. (Solopos/Tamara Geraldine)
29 Oktober 2018 13:15 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Warga Kelurahan Mojosongo, Jebres, Solo, mengeluhkan kualitas air dari Perumda Air Minum Toya Wening (PDAM) Solo yang keruh, berwarna kuning, dan berlumut selama dua pekan terakhir.

Air keran mengalir tetapi tidak bisa digunakan untuk memasak. Kondisi tersebut memang tidak terus menerus terjadi. Kadang air yang keluar jernih selama beberapa hari, lalu kembali kotor.

Tidak hanya kotor, air itu juga berbau dan membuat badan gatal-gatal. Warga RT 002 RW 09, Mojosongo, Jebres, Muryani, mengungkapkan sekitar dua pekan terakhir ini air PDAM kotor dan berbau busuk.

“Kalau bau busuk seperti sampah memang tidak sering, hanya Kamis lalu [25/10/2018] air keluar berwarna hitam dan mengeluarkan bau menyengat seperti sampah,” terangnya saat ditemui di kediamannya, Senin (29/10/2018).

Muryani menambahkan tadi malam air yang keluar berwarna kuning dan mengeluarkan lumut. “Keluarga saya merasakan gatal-gatal setelah mandi. Anak saya mengalami bentol-bentol di kulit dan terus mengeluarkan nanah [gudiken] tetapi sudah saya bawa ke dokter. Kalau saya hanya mengalami gatal-gatal, beberapa kakak saya yang tinggal di sebelah rumah saya juga mengalami hal yang sama. Silakan tanya kalau enggak percaya,” ujarnya.

Muryani mengatakan hal ini membuat para warga resah dan khawatir jika nantinya mengalami penyakit kulit lainnya yang lebih parah.

“Saya takut saja kalau lama-lama air PDAM begini terus membuat saya waswas terkena penyakit kulit yang lebih parah. Saya berharap ada tindakan yang cepat untuk menanggulangi permasalahan ini,” tambah Muryani.

Sama halnya yang dialami warga Ngoresan RT 003/RW 05, Jebres, Bambang Haryono. Selama beberapa hari ini, air yang mengalir di kawasan rumahnya juga berbau busuk dan mengeluarkan lumut.

“Kalau sekarang sudah mendingan, tapi sedikit mengeluarkan pasir. Tadi malam air di rumah saya keruh sekali dan mengeluarkan banyak lumut. Saya terpaksa menumpang mandi ke rumah ibu saya,” ujarnya.

Bambang Haryono menjelaskan kondisi itu terjadi tidak terus-menerus. Kadang dua hari berturut-turut airnya berbau busuk namun kadang air mengalir bening.

Bambang Haryono mengatakan kejadian ini membuatnya tidak berani mandi menggunakan air yang mengalir di rumahnya.

“Saya enggak berani mandi menggunakan air PDAM di rumah saya. Saya mengungsi mandi ke rumah ibu saya. Dua hari lalu istri saya mengeluh gatal gatal dan muncul bentol-bentol pada muka dan tangan nya,” ujarnya.