Sebelum Kebakaran, Pasar Legi Solo Sempat Akan Direvitalisasi

Pasar Legi Solo terbakat, Senin (29/10 - 2018). (Solopos/Sunaryo HB)
29 Oktober 2018 19:56 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO - Belasan kios di Pasar Legi Solo terbakar, Senin (29/10/2018) sore WIB. Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Subagiyo, menyebut ada 200-an unit los dan beberapa kios di Pasar Legi yang dilalap api saat kebakaran.

Hingga berita ini diturunkan penyebab kebakaran masih belum diketahui. Dugaan sementara, kebakaran dipicu konsleting.

Kebakaran Pasar Legi sepertinya bakal menjadi pukulan bagi perekonomian di Soloraya. Pasalnya, Pasar Legi adalah pasar induk hasil bumi terbesar di Solo. Pasar ini selalu ramai dan guna lahan yang didominasi oleh kegiatan komersil membuat sirkulasi di sekitar pasar terlihat sering macet.

Meski menjadi salah satu jantung perekonomian warga, Pasar Legi adalah bangunan tua yang sepatutnya mendapatkan revitalisasi. Hal ini yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Solo.

Pembangunan Pasar Legi mendesak direalisasikan mengingat kondisi pasar yang kini terlihat kumuh dan belum tertata baik. Nantinya Pemkot berencana merevitalisasi salah satu pasar tertua dan terbesar di Kota Bengawan ini setelah pembangunan Pasar Klewer sisi timur dan Pasar Jebres rampung. Sesuai rencana, pembangunan Pasar Klewer sisi timur dan Pasar Jebres akan dikerjakan mulai tahun ini.

"Pasar Legi beroperasi 24 jam, di sini pasar distribusi sehingga aktivitas terus berjalan. Kondisi saat ini sudah kurang nyaman bagi pedagang," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Subagiyo di Solo, Sabtu (20/1/2018).

Di tengah berjalannya waktu, Pemkot menemui sejumlah kendala. Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Yulistianto mengatakan Pemkot masih dipusingkan mencari lokasi pasar darurat Pasar Legi, seandainya pasar tersebut direvitalisasi. “Pedagang Pasar Legi jumlahnya 3.500 orang. Aktivitas di sana juga berlangsung 24 jam. Itu yang membuat kami kesulitan menentukan lahan pasar darurat," ungkap Budi ketika dijumpai wartawan di Balai Kota Solo, Selasa (20/2/2018).

Berdasarkan pengalaman Pemkot Solo saat merevitalisasi pasar tradisional, para pedagang enggan menempati pasar darurat yang lokasinya jauh dari pasar semula. Padahal jika mempertimbangkan hal itu, di sekitar Pasar Legi sudah tidak ada lagi lahan kosong yang luas untuk menampung ribuan pedagang.