Polisi Sukoharjo Sebar Info Kerangka Manusia Dicor Via Medsos

Baju sweater yang ditemukan bersama kerangka manusia tertimbun cor-coran di Sukoharjo, Jumat (26/10 - 2018). (Istimewa/Polres Sukoharjo)
29 Oktober 2018 17:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Aparat kepolisian mulai menyebarkan informasi mengenai ciri-ciri kerangka manusia yang ditemukan tertimbun corcoran via media sosial (medsos).

Hal ini diharapkan bisa mempercepat upaya mengungkap identitas kerangka manusia yang ditemukan di sekitar tiang penyangga Jembatan Pondok, Desa Pondok, Kecamatan Grogol pada Jumat (26/10/2018) itu.

Kapolsek Grogol, AKP Dani Herlambang, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, mengatakan ciri-ciri kerangka manusia diketahui berdasar hasil autopsi tim dokter forensik RSUD dr. Moewardi, Kota Solo, beberapa hari lalu.

Mereka menyimpulkan kerangka manusia tersebut berjenis kelamin laki-laki berusia lebih dari 25 tahun dan kurang dari 60 tahun. Kerangka manusia itu diduga sudah meninggal selama dua bulan sebelum ditemukan.

“Kami menyebarkan ciri-ciri kerangka manusia di medsos agar identitas kerangka manusia itu segera terkuak. Saat ini, medsos menjadi salah satu cara untuk mencari orang hilang,” kata dia saat ditemui wartawan di Mapolsek Grogol, Senin (29/10/2018).

Berdasarkan penelusuran Solopos.com, penyebaran informasi mengenai ciri-ciri kerangka manusia itu di antaranya melalui akun Facebook Polisi Sukoharjo. Pada postingan Sabtu (27/10/2018), akun tersebut mengunggah informasi lengkap mengenai ciri-ciri disertai gambar pakaian yang diduga milik kerangka manusia di tong besi.

Saat ditemukan, ada sejumlah barang di dalam tong besi seperti celana dalam warna cokelat, sprei, sobekan celana panjang serta baju bermotif garis-garis dengan tulisan Black Endt.

Barang-barang itu diduga milik kerangka manusia yang ditemukan pemulung saat hendak mencari barang rongsok di sekitar jembatan.

Kapolsek menduga kerangka manusia itu masih memakai baju bermotif garis-garis saat meninggal. “Saat ditemukan, barang-barang itu termasuk baju penuh lumpur. Diduga kuat barang-barang itu milik kerangka manusia yang ditemukan di tong besi,” ujar dia.

Selain itu, petugas juga menemukan sarung warna putih biru di dalam tong. Barang-barang itu menjadi petunjuk untuk mengungkap identitas kerangka manusia itu.

Apabila ada masyarakat yang mengenali barang-barang itu bisa memberikan informasi kepada polisi. Berbagai informasi dari masyarakat digunakan petugas untuk mencocokkan dengan ciri-ciri kerangka manusia.

“Belum bisa dipastikan apakah kerangka manusia itu merupakan warga Grogol atau bukan. Bisa jadi justru warga luar Sukoharjo. Karena itu, medsos menjadi cara efektif untuk menyebarkan ciri-ciri kerangka manusia yang ditemukan di tong besi,” papar Kapolsek.

Kapolsek meminta agar masyarakat yang kehilangan anggota keluarga selama beberapa bulan ini segera melapor ke aparat kepolisian. Tanpa ada partisipasi masyarakat, petugas bakal kesulitan mengungkap identitas diri kerangka manusia itu.

Sementara itu, seorang pemilik warung makan di sekitar Jembatan Pondok, Sarmini, mengaku kaget saat kerangka manusia di tong besi ditemukan akhir pekan lalu.

Dia tak menduga ada kerangka manusia di bawah jembatan. Selama ini, tak sedikit pengguna jalan yang membuang sampah di pinggir sungai.