Bankeu DPRD Sragen Rp160 Juta Ngendap Setahun di Desa Gondang, Kok Bisa?

Ilustrasi uang (Solopos/Whisnupaksa Kridangkara)
29 Oktober 2018 11:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Dana bantuan keuangan (bankeu) atau aspirasi dari DPRD Sragen tahun anggaran 2017 senilai Rp160 juta mengendap hampir setahun di rekening Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Sragen.

Dana itu semula akan digunakan untuk membiayai tiga kegiatan, yaitu Gondang Berselawat, bantuan untuk Musala Eling lan Waspada, serta pembuatan bak sampah lingkungan.

Kepala Desa (Kades) Gondang, Eka Hidayanto, saat dihubungi Solopos.com melalui telepon seluler (ponsel), Selasa (23/10/2018), mengonfirmasi belum terserapnya anggaran tiga kegiatan tersebut.

"Kalau yang dana aspirasi [DPRD Sragen] iya [belum terserap], tapi yang dana desa sudah terlaksana semua. Yang dana aspirasi itu diperuntukkan tiga kegiatan berbeda," tutur dia.

Eka memerinci dana bankeu untuk kegiatan Gondang Berselawat paling besar yaitu Rp100 juta. Sedangkan dana bantuan musala dan pembuatan bak masing-masing Rp10 juta dan Rp50 juta.

Kegiatan Gondang Berselawat belum terlaksana hingga tahun anggaran berganti lantaran panitia tidak berhasil mendapatkan jadwal kehadiran Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf sebagai pengisi acara.

Sedangkan belum terlaksananya kegiatan pemberian bantuan ke Musala Eling lan Waspada lantaran musala yang dimaksud tidak ada. Padahal by name penerima bantuan itu ada.

Sementara untuk kegiatan pembuatan bak sampah lingkungan, menurut Eka, hingga saat ini tidak ada pengajuan pencairan anggaran dari Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) di tingkat desa.

"Kalau belum ada pengajuan pencairan anggaran kami tidak mungkin mencairkan dana kan. Jadi sampai sekarang dana untuk tiga kegiatan tersebut masih di rekening desa," urai dia.

Saat ini Pemdes Gondang hanya menunggu. Bila ada pengajuan pencairan anggaran dari TPK, kades bersama bendahara desa akan menyetujui hal tersebut.

Tapi bila tidak ada pengajuan pencairan anggaran dari desa, Pemdes Gondang akan berkonsultasi ke Inspektorat Sragen. "Bila tak ada pencairan kami konsultasi ke Inspektorat," aku dia.