Panitia Seleksi CPNS di Sragen Harus Rampungkan Tes 2.250 Orang Per Hari

Pelaksanaan CAT sesi I untuk seleksi CPNS 2018 di GOR Diponegoro, Sragen, Jumat (26/10 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
29 Oktober 2018 14:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Mulai Sabtu (27/10/2018), panitia seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 di Sragen wajib menyelesaikan tes SKD untuk 2.250 orang per hari.

Target tersebut harus dipenuhi supaya tahapan SKD tidak molor, yakni 22 hari untuk sembilan kabupaten/kota.

Kabid Perencanaan dan Pengadaan Pegawai Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sragen, Dwi Agus Prasetyo, saat ditemui Solopos.com bersama Kepala BKPP Sragen Sarwaka di ruang panitia SKD, Sabtu, menyampaikan berdasarkan perintah BKN, panitia segera berbenah untuk mengubah urutan peserta tes.

"Untuk menyelesaikan target 2.250 orang per hari, pelaksanaan tes berlangsung sampai enam sesi. Pokoknya sampai jam berapa pun target 2.250 orang per hari itu harus tercapai mulai Sabtu hingga hari terakhir CAT,” jelas Agus yang diamini Sarwaka.

Agus menjelaskan peserta tes SKD untuk CPNS Kabupaten Sragen sudah selesai pada hari kedua, Sabtu (27/10/2018), sesi keempat. Pada sesi itu, kata Agus, ada 78 laptop tersisa diisi peserta tes dari CPNS Solo.

Mulai sesi kelima diisi peserta tes dari CPNS Solo secara penuh. “Secara teknis tidak ada kendala seperti hari pertama lalu. Soal waktu yang molor karena adanya perubahan jumlah perangkat laptop yang berfungsi dari 450 unit menjadi 400 unit. Yang 50 unit tidak berfungsi karena terkendala jaringan teknis ke server,” tambah Sarwaka.

Sarwaka sampai menghitung durasi waktu mulai dari registrasi sampai masuk ruang tes. Dia menjelaskan untuk memasukkan PIN ke laptop saja dalam kondisi normal butuh 35 menit. Dari 350 orang, per menit hanya 10 orang yang berhasil memasukkan PIN.

Kemudian proses masuknya orang dari ruang tunggu ke ruang tes, sebut dia, membutuhkan 20-25 menit. “Durasi waktu itu diperlukan untuk menghitung kebutuhan waktu per sesi,” tambahnya.

Koordinator SKD dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jateng, Aminudin, mengatakan BKD Jateng mengapresiasi kinerja BKPP Sragen yang sigap menghadapi perubahan mendadak dari BKN.

Pada pergantian antardaerah untuk jadwal SKD, Amin meminta organisasi perangkat daerah (OPD) daerah terkait bisa belajar dari Sragen dan bisa melaksanakan SKD tepat waktu.

“Perubahan antardaerah pertama terjadi pada sesi keempat, Sabtu, antara Sragen dan Solo. Petugas dari BKD Solo harus bisa menyesuaikan dengan pola kerja yang sudah terbangun oleh BKPP Sragen. Hal itu diperlukan supaya tidak terjadi permasalahan pada hari pertama,” ujarnya.