Tangis Pedagang: Revitalisasi Belum Kesampaian, Pasar Legi Terbakar Duluan

Pasar Legi Solo terbakar, Senin (29/10 - 2018). (Solopos/Sunaryo HB)
30 Oktober 2018 07:30 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Isak tangis pecah saat para pedagang di Pasar Legi mengetahui kios yang menjadi lahan usaha mereka hangus ditelan api. Murtini, seorang pemilik kios di pusat perdagangan bahan pokok di Solo itu, menangis tersedu–sedu memasuki kawasan pasar yang sudah penuh dengan api.

Dia kebingungan mencari suaminya, Widodo, yang sejak sore belum pulang dari pasar. Setelah berteriak-teriak memanggil nama suaminya sambil menyalakan ponselnya, Murtini bertemu suaminya yang diantar para pedagang lain.

Namun tangisan Murtini belum usai meski sudah memeluk suaminya Widodo, Murtini belum percaya melihat kios yang selama ini dipakainya untuk jualan hangus dalam hitungan jam. “Kios e pie Pak, ini sudah rata dengan api,” ujarnya sambil memeluk suaminya.

Widodo berkata kepada istrinya untuk mengikhlaskan kiosnya yang sudah terbakar. “Sudah Bu, ikhlaskan saja nanti dapat gantinya,” kata Widodo.

Anak Widodo membawa Murtini pulang agar tidak jatuh pingsan melihat kondisi api yang sudah melalap habis kiosnya. Widodo mengaku keluar dari kios pukul 16.00 WIB. Saat itu, dirinya baru makan sebentar sebelum mendapat kabar bahwa Pasar Legi Solo sudah terbakar.

“Saya sudah tutup pukul 16.00 WIB, tetapi saya tidak langsung pulang tetapi mampir untuk makan terlebih dahulu, tiba–tiba saya mendapatkan kabar bahwa pasar sudah terbakar,” ujarnya.

Widodo tahu rencana revitalisasi Pasar Legi yang belum kesampaian itu. Namu belum sempat direvitalisasi, pasar itu sudah terbakar. “Awalnya pasar ini akan dilakukan revitalisasi, tetapi belum sampainya tahap revitalisasi pasar sudah kebakaran duluan. Saya sudah ikhlas dengan semua ini nanti pasti ada gantinya,” ujarnya.

Marisini penjual sayur di Pasar Legi, semula mengetahui api di sisi selatan pos satpam. Awalnya api terlihat kecil.

“Pukul 16.40 WIB api terlihat di sisi selatan pos satpam, api semula terlihat kecil tetapi penjual sibuk membereskan dagangannya. Saat itu belum ada damkar terlihat sama sekali,” ujarnya. Sementara itu, seorang petugas pemadam kebakaran menjelaskan dirinya baru mendapatkan laporan kebakaran Pasar Legi pada pukul 17.00 WIB.