Api Belum Padam, Pedagang Pasar Legi Solo Nekat Berjualan

Sejumlah pedagang Pasar Legi Solo tetap berjualan di luar pasar, Selasa (30/10 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
30 Oktober 2018 11:05 WIB Ratih Kartika/Nicolous Irawan/Chrisna Canis Cara Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sebagian pedagang Pasar Legi Solo pada Selasa (30/10/2018) pagi terpantau tetap berjualan pascakebakaran hebat yang melanda pasar di wilayah Banjarsari, Solo, itu pada malam sebelumnya, Senin (29/10/2018). Padahal api di berapa bagian belum sepenuhnya padam.

Pedagang bahkan ada yang nekat masuk ke bagian dalam pasar dengan alasan untuk menata dan menyelamatkan barang-barang yang tersisa. Petugas keamanan langsung meminta mereka keluar dan menjauhi lokasi tersebut karena berbahaya.

Sementara itu, pantauan wartawan Solopos di lokasi, para pedagang yang nekat berjualan memanfaatkan kios yang tidak terbakar misalnya di depan Masjid Nurul Falah di sisi barat-utara pasar atau di deretan kios sisi timur pasar.

Sisanya, para pedagang membuka dhasaran di pinggir Jl. S. Parman di sebelah barat pasar. Mereka berderet dan menggelar dagangan beralas tanah tanpa atap.

Terlihat beberapa orang tengah melayani pembeli di salah satu kios di depan masjid karena kios tersebut tidak terdampak kebakaran. Penjual cabai, Asih, menjelaskan dia terpaksa berjualan karena cabai-cabai tersebut bisa busuk apabila tidak segera dijual.

"Ini masih jualan. Ya mau gimana, kalau enggak dijual cabai bisa busuk," kata dia, Selasa pagi.

Sementara itu, suasana tegang menyelimuti Kantor Pasar Legi di lantai II pasar tersebut. Selasa pagi itu, beberapa pengurus Ikatan Kekeluargaan Pedagang Pasar Legi (Ikappagi) dan perwakilan Dinas Perdagangan Solo berkoordinasi untuk menentukan langkah-langkah yang harus diambil.

Para pedagang diminta tidak berjualan dan tidak boleh masuk ke dalam pasar. Pedagang juga diminta bersama-sama membantu memadamkan api karena titik api belum padam hingga pagi itu.

Ketua Ikappagi, Tugiman, menjelaskan semua pedagang tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam pasar yang terbakar. Pedagang juga tidak boleh berjualan untuk menghormati pedagang yang terkena dampak kebakaran tersebut.

"Pedagang harus bersabar dan tawadhu menyikapi kejadian ini [kebakaran di Pasar Legi]," kata Tugiman kepada para pedagang yang berkumpul di tempat tersebut.

Dia berharap kejadian tersebut tidak dipolitisasi karena itu murni musibah yang menimpa pasar tersebut. "Detik-detik menjelang kebakaran ada teman-teman yang melihat. Semua prihatin atas kejadian ini. Setelah ada informasi [dari Dinas Perdagangan] akan langsung disampaikan [kepada para pedagang]," urai dia, Selasa (30/10/2018).

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo, Gatot Soetanto, menjelaskan api belum sepenuhnya padam. Upaya pemadaman terus dilakukan namun petugas mengalami kesulitan karena tidak bisa masuk dari sisi selatan pasar.

Petugas hanya bisa menyemprot air dari luar karena di bagian dalam bangunan rawan roboh. "Asap yang berasal dari bawang dan cabai sangat mengganggu. Banyak atap terbuat dari seng membuat petugas kesulitan masuk," tegas Gatot saat di temui di sela-sela pemadaman.