Air Bengawan Tercemar, PDAM Solo Setop Operasional IPA Jurug & IPA Jebres

Air Kali Samin, Sukoharjo, berwarna hitam, Minggu (28/10 - 2018). (Istimewa/Perumda Air Minum Toya Wening Solo)
30 Oktober 2018 21:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Perumda Air Minum Toya Wening (PDAM) Solo akhirnya memutuskan menghentikan sementara operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jurug dan IPA Jebres mulai Senin (29/10/2018).

Kabijakan itu diambil mengingat kondisi air baku Sungai Bengawan Solo kini tidak bisa lagi diolah menjadi air bersih setelah diduga tercemar limbah tekstil dari Kali Samin, Kabupaten Sukoharjo.

Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Air Minum Toya Wening Solo, Tri Atmojo Sukomulyo, meminta pengertian dari para pelanggan air bersih di wilayah Kecamatan Jebres memaklumi kebijakan itu.

Dia menyebut selama Perumda Air Minum menghentikan operasional IPA Jurug dan IPA Jebres, pelayanan air bersih untuk para pelanggan di Kelurahan Pucangsawit, Kampung Sewu, Jagalan, Purwodiningratan, Gandekan, Jebres, Mojosongo dan sekitarnya bakal terganggu.

Sebagai solusinya, Perumda Air Minum siap mengirim air bersih menggunakan tangki ke wilayah-wilayah yang terdampak gangguan pasokan air.

Tri Atmojo mempersilakan para pelanggan Perumda Air Minum di wilayah terdampak penghentian operasional IPA Jurug dan IPA Jebres menghubungi call center (0271) 712 465 atau 725 636 agar dikirim air menggunakan tangki.

Perumda Air Minum berkomitmen bisa secepat mungkin menyelesaikan masalah penyediaan air bersih bagi pelanggan dari hasil pengolahan air baku Sungai Bengawan Solo.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) Perumda Air Minum Toya Wening Solo, Bayu Tunggul, mengatakan kurang lebih ada 12.000 pelanggan air bersih di Solo yang terdampak gangguan pelayanan dari Perumda Air Minum karena air baku Sungai Bengawan Solo tak bisa lagi diolah.

Dia sepakat solusi paling konkret yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah itu, yakni menghentikan operasional pabrik yang diduga membuang limbah sembarangan ke aliran Kali Samin atau Sungai Bengawan Solo.

"Semestinya begitu tapi itu bukan tupoksi [tugas pokok dan fungsi] Perumda Air Minum. Kami akan sampaikan permasalahan ini kepada Wali Kota Solo agar bisa ditindaklanjuti ke Pemerintah Kabupaten Sukoharjo," jelas Bayu.

Seorang warga Kampung Kentingan Wetan RT 001/RW 036 Jebres, Solo, Petrus, mengeluhkan kondisi air dari Perumda Air Minum selama sepekan ini berubah keruh kekuningan. Air bahkan berbau anyir.

Dia pun tak berani memanfaatkan air tersebut karena khawatir terserang penyakit seperti gatal-gatal hingga keracunan. Petrus berharap Perumda Air Minum bisa segera mengatasi persoalan itu mengingat ketersediaan air bersih sangat dibutuhkan.

"Saya berencana melaporkan hal ini ke PDAM [Perumda Air Minum] agar bisa ditindaklanjuti. Tidak masalah jika sementara waktu kami di-drop air bersih pakai tangki," ujar Petrus.