Solopos Hari Ini: Perputaran Miliaran Rupiah Terganggu

Solopos Rabu (31/10 - 2018)
31 Oktober 2018 10:00 WIB Septina Arifiani Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Kebakaran Pasar Legi di Setabelan, Banjarsari, Solo, menyebabkan perputaran uang miliaran rupiah yang biasa terjadi di pasar itu terganggu.

Butuh sinergi lintas sektoral agar pasar induk hasil bumi ini segera bangkit. ”Pemerintah [Pemkot Solo] cukup berpengalaman menangani kondisi seperti ini. Hal pertama yang dilakukan adalah mencari tempat untuk pasar darurat secepatnya,” papar ekonom asal Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Lukman Hakim, kepada Espos, Selasa (30/10/2018).

Berita terbakarnya Pasar Legi Solo menjadi headline di Harian Umum Solopos, Rabu (31/10/2018). Selain kabar tersebut, simak beberapa kabar utama lainnya:

DAMPAK KEBAKARAN PASAR: Harapan Baru Butuh Waktu
Geliat ekonomi terlihat di Pasar Klewer, Selasa (30/10) siang. Kios-kios para pedagang di setiap lorong pasar ramai oleh pembeli. Mereka terlihat mencari kain atau baju sebagai oleh-oleh maupun memenuhi kebutuhan sandang hingga untuk dijual kembali.

Di Kios Batik B46 lantai I milik Kusbani ramai pembeli. Kusbani tak menampik geliat ekonomi mulai dirasakan pedagang pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah itu sejak menempati bangunan pasar baru yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 21 April 2017 lalu.

KASUS KORUPSI: Bersandi 1 Ton, Suap Ketiga Gagal karena OTT
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan sebagai tersangka dugaan suap dalam anggaran dana alokasi khusus (DAK) fisik APBN Perubahan 2016. Sandi dalam transaksi suap itu adalah ”1 ton” untuk merujuk Rp1 miliar.

Simak selengkapnya: Epaper Solopos

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo hanya bisa mengirimkan pasokan air bersih bagi para pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang terdampak pencemaran Bengawan Solo.

Pemkot Solo tak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi Bengawan Solo yang menjadi sumber air untuk konsumsi warga namun kini tercemar parah. Solusi yang sejauh ini bisa ditempuh hanyalah menyalurkan air bersih bagi warga di wilayah Jebres dan sekitarnya yang selama ini dilayani air Bengawan Solo hasil olahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jebres dan Jurug.

Tercemarnya sungai Bengawan Solo menjadi berita utama di halaman Soloraya Harian Umum Solopos, Rabu (31/10/2018). selain kabar tersebut, simak beberapa kabar lainnya seperti berikut:

FASILITAS PUBLIK: Menghidupkan Kembali Memori Koplak Andong
Bocah-bocah berlarian di atas paving yang dipasang di sela-sela rumput dan taman bunga. Celoteh dan tawa mereka tak pernah surut. Bocah-bocah itu adalah Naufal Atta Zanuar, 8, Rizky Oktavian, 10, Marcel Galistra, 9, Haikal Wicaksono, 8, Cicarito Daffa Adyansah, 8. Mayoritas dari mereka bersekolah SDN 2 Karangan, sekitar 200 meter dari Taman Koplak Andong. Mereka bilang, rumahnya hanya 2-5 menit berjalan dari taman.

OPERASI ZEBRA 2018: Sragen Paling Rawan Lakalantas
Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Sragen tertinggi di Soloraya. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen mengeluarkan data angka lakalantas Januari-Oktober 2018 yang mencapai 791 kasus atau rata-rata 60 kasus per bulan.

Simak selengkapnya: Epaper Solopos