Papatsuta Semangati Pedagang Pasar Legi Solo: Ayo Bangkit!

Sejumlah pedagang Pasar Legi Solo tetap berjualan di luar pasar, Selasa (30/10 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
31 Oktober 2018 11:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pasamuan Pedagang Pasar Tradisional Surakarta (Papatsuta) menyemangati rekan-rekan mereka yang baru saja mengalami musibah kebakaran di Pasar Legi Solo, Senin (29/10/2018) sore, agar bisa bangkit kembali.

Ketua Papatsuta, Aris Saputra, mengatakan para pedagang Pasar Legi bisa belajar dari pedagang pasar lain yang pernah mengalami musibah serupa, seperti pedagang Pasar Klewer dan Pasar Nusukan.

Dia meminta para pedagang Pasar Legi tidak patah semangat. Para pedagang mesti menguatkan mental dan terus berjuang.

Dengan berpikir tenang, Aris yakin para pedagang Pasar Legi bakal lebih mudah melepaskan diri dari masalah yang muncul pascakebakaran.

"Mulanya para pedagang Pasar Legi harus menyiapkan mental. Pedagang harus berjuang, eksis berjualan lagi setelah kebakaran," kata Aris yang sehari-harinya berjualan di Pasar Nusukan itu, Selasa (30/10/2018).

Belajar dari kasus kebakaran di Pasar Nusukan dulu, Aris menyarankan pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Legi segera mendata seluruh pedagang terdampak musibah kebakaran.

Data tersebut diperlukan untuk memastikan ketersediaan kios atau los di pasar darurat untuk para pedagang. Jangan sampai jumlah kios atau los di pasar darurat tidak sesuai jumlah pedagang karena rawan memicu kerusuhan atau konflik antarpedagang.

"Teman-teman [pedagang] Pasar Legi tentu berharap ada pasar darurat. Mereka butuh berjualan lagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk penentuan lokasi pasar darurat, kami serahkan hal itu ke Pemkot dan pedagang Pasar Legi. Kami belum punya saran," jelas Aris.

Papatsuta berharap Pemkot segera memberikan solusi bagi para pedagang Pasar Legi. Yang pertama, Papatsuta mendorong agar Pemkot bisa memberi kepastian soal jadwal dan lokasi pembangunan pasar darurat.

Kedua, Pemkot diharapkan dapat memberikan pembebasan retribusi ketika pedagang sudah menempati pasar darurat. Ketiga, jika memungkinkan Aris mengusulkan Pemkot mengeluarkan dana bantunan modal usaha.

"Kalau bisa jangan diberi pinjaman, karena pedagang bisa jadi malah terbebani. Soal pinjaman, mending berdasarkan pilihan masing-masing pedagang saja," jelas Aris.

Sementara itu, Ketua Bidang Kerohanian Himpunan Pedagang Pasar Klewer, Kusbani, meminta para pedagang Pasar Legi tidak patah arang. Dia menganjurkan kepada para pedagang Pasar Legi untuk segera berkumpul guna membahas langkah-langkah solusi ke depan.

Hal itulah yang dulu dilakukan para pedagang Pasar Klewer guna melepaskan diri dari kepanikan dan kerugian akibat pasar terbakar. Kusbani meminta kepada para pedagang Pasar Legi untuk solid dan kompak.

"Pedagang jangan berjalan sendiri-sendiri. Segeralah berkumpul dengan kelompok masing-masing, paguyuban masing-masing, atau blok-blok masing-masing guna mencari solusi terbaik mengatasi masalah yang timbul sekarang. Perwakilan pedagang juga perlu berkomunikasi dengan Pemkot agar masalah-masalah yang dialami bisa tersampaikan," ujar Kusbani.