Hanya 188 Pedagang Tak Terdampak Kebakaran Pasar Legi Solo

Kepala Dinas Perdagangan Solo, Subagiyo, berbicara dengan pedagang Pasar Legi seusai kebakaran, Selasa (30/10 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
31 Oktober 2018 17:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perdagangan (Disdag) Solo mencatat dari total 2.669 pedagang Pasar Legi, hanya 188 pedagang yang tidak terdampak kebakaran di pasar tersebut, Senin (29/20/2018) lalu.

Sisanya sebanyak 2.481 orang harus kehilangan los, kios, berikut barang dagangan mereka. Kepala Disdag Solo, Subagiyo, saat ditemui wartawan di Pasar Legi, Rabu (31/10/2018) siang, membeberkan data jumlah pedagang yang rutin berjualan di Pasar Legi totalnya 2.669 orang.

Dari jumlah itu, 2.481 pedagang terdampak kebakaran dengan perincian 244 pedagang di kios, 1.687 pedagang di los, dan 550 pedagang di pelataran atau oprokan.

Dia menyebut semua pedagang yang terdampak itu akan diupayakan agar bisa segera mendapatkan tempat berjualan pengganti sementara di pasar darurat.

"Sementara kami masih mengupayakan penyediaan pasar darurat. Yang jelas para pedagang ini akan kami tempatkan secara berkelompok, kios dengan kios, los dengan los, pelataran dengan pelataran. Lokasinya dicari yang berdekatan. Kami tidak akan pindah pedagang terpisah di mana-mana. Nanti repot. Waktu dikembalikan ke Pasar Legi nanti juga susah," kata Subagiyo saat menemani Kepala Disperindag Provinsi Jawa Tengah (Jateng), M. Arif Sambodo, meninjay kondisi Pasar Legi pascakebakaran, Rabu siang.

Saat diwawancarai, M. Arif Sambodo, menjelaskan tujuan kedatangannya ke Solo kali ini untuk memetakan apa yang bisa dilakukan Pemerintah Provinsi Jateng untuk membantu para pedagang Pasar Legi.

Dia pun menyampaikan komitmen siap membantu para pedagang Pasar Legi terutama yang dibutuhkan dalam waktu dekat ini yakni membangun pasar darurat. Disperindag Jateng mendukung para pedagang Pasar Legi bisa segera berjualan lagi sehingga mampu kembali memutar roda perekonomian khususnya di Solo.

"Saya sudah sampaikan ke Kepala Dinas Perdagangan Solo, yang penting secepatnya ada lokasi pasar darurat supaya para pedagang bisa berjualan lagi. Ini kan pasar besar, nadinya perdagangan Kota Solo bahkan juga daerah lain di sekitar. Kami tentu akan bantu sejauh kemampuan kami. Saya sudah ngomong, misalnya ada yang diperlukan untuk pedagang Pasar Legi, Pemkot bisa mengajukan permohonan kepada Provinsi," jelas M. Arif.