Stres, Puluhan Peserta Seleksi CPNS di Sragen Alami Gejala Psikosomatis

Peserta tes CPNS yang mengalami gangguan psikosomatis diperiksa di Posko Kesehatan, kompleks GOR Diponegoro Sragen, Rabu (31/10 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
31 Oktober 2018 18:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Tenda berukuran 3 meter x 3 meter berdiri di sebelah utara kompleks GOR Diponegoro Sragen. Tenda berbahan plastik warna hitam itu dimanfaatkan petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen sebagai pos koordinasi (posko) kesehatan.

Posko tersebut dijaga dua petugas medis dan seorang dokter dari Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) DKK Sragen. Fasilitasnya cukup memadai, seperti ranjang pasien, obat-obatan, dan peralatan medis sederhana.

Para petugas medisnya berjaga di posko itu secara bergiliran dengan sistem sif. Posko kesehatan itu menjadi pusat pelayanan medis bagi peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari sembilan kabupaten/kota di Soloraya plus Grobogan dan Blora.

Siang itu, Rabu (31/10/2018), seorang peserta seleksi kompetensi dasar (SKD) asal Susukan, Kabupaten Semarang, terbaring di ranjang dalam posko.

Nur Aziz, 30, nama laki-laki yang mengenakan celana panjang hitam dan kemeja lengan panjang putih, mengeluhkan kedua tangannya gemetaran dan perutnya sakit seperti kembung saat mengikuti computer assisted test (CAT) di dalam GOR.

“Kedua tangan ini gemetar terus. Saya berusaha menyelesaikan 100 soal. Alhamdulillah bisa selesai cepat. Saya keluar dari ruang tes pada sesi kedua pukul 11.00 WIB. Padahal jadwal tes selesai pukul 11.30 WIB. Ini masih terasa gemetar,” ujar Aziz saat ditanya Solopos.com, Rabu siang.

Petugas medis DKK, Handoyo Bambang, memijat-mijat kedua tangan Aziz secara bergantian. Ia menanyai kondisinya sudah baikan atau belum setelah dipijat.

“Tadi sarapannya pukul 05.00 WIB? Ini sudah waktunya makan agar kondisi badannya sehat. Jangan dipaksa naik motor untuk pulang ya! Kalau masih lemas, kami punya fasilitas ambulans untuk mengantar Anda ke Susukan, Semarang,” saran Bambang.

Aziz menganggukkan kepala. Bambang menawarinya makan, ada ayam goreng, soto, dan timlo. Aziz memilih makan soto untuk mengisi perutnya yang kembung.

Sebelumnya, Bambang juga mengambilkan tas yang dititipkan Aziz di tempat penitipan barang. Sesaat kemudian, Bambang datang membawa semangkuk soto dengan lauk telur puyuh dan tempe goreng. “Minumnya es teh?” tanya Bambang.

Pertanyaan itu langsung disahut petugas medis lainnya, dr. Edy Sutikno. Edy melarang Aziz minum es tetapi menyarankan agar minum yang hangat-hangat dulu supaya asam lambungnya normal.

Aziz berangkat dari Semarang ke Sragen mengendarai motor. Ia berangkat pukul 05.00 WIB dan tiba di Sragen sekitar 1,5 jam perjalanan.

Ia mengikuti tes CPNS untuk lowongan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali. “Tadi waktu masuk ke posko, tensinya tinggi, yakni 140/90. Sekarang sudah mendingan, turun 130/80 setelah istirahat. Kedua tangannya masih gemetar," kata Edy.

Gejala yang dialami Aziz merupakan gangguan psikosomatis. Gangguan itu muncul dengan gejala berbeda-beda pada setiap orang.

"Psikosomatis merupakan gangguan karena beban pikiran yang berlebih dan berdampak pada gejala gangguan kesehatan pada tubuh seseorang,” ujar Edy.

Edy menjelaskan tindakan medis yang dilakukan disesuaikan dengan gejala simptomatis yang dialami pasien. Pada kasus Aziz, gejalanya gemetar di kedua tangan dan sakit perut karena asam lambung naik.

Pada pasien lain, Edy mengatakan gelajar simptomatis itu bisa berupa pusing dan gejala lainnya. “Kebanyakan yang masuk ke posko kesehatan ini merupakan pasien karena gangguan psikosomatis. Sejak hari pertama tes sampai sekarang ada 5-8 orang per hari. Totalnya lebih dari 30 orang peserta tes CPNS yang diduga mengalami psikosomatis dan mendapat perawatan di posko kesehatan DKK ini,” ujarnya.

Hingga hari keenam tes CPNS di Sragen, Rabu, jumlah peserta tes CPNS 2018 di GOR Diponegoro Sragen mencapai 12.600-an orang. Mereka pelamar CPNS di Pemkab Sragen, Pemkot Solo, dan Pemkab Boyolali.

Sebanyak 2.700-an orang pelamar lowongan di Pemkab Boyolali akan mengikuti tes CPNS pada Kamis-Jumat (1-2/11/2018).