Warga Klaten Temukan Bayi Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Perawat Puskesmas Gantiwarno menggendong bayi perempuan yang ditemukan warga di jalan Mlese Srowot, Gantiwarno, Klaten, Rabu (31/10 - 2018) pagi. (Solopos/Cahyadi Kurniawan)
31 Oktober 2018 15:40 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Bayi perempuan yang diduga baru dilahirkan beberapa jam ditinggalkan begitu saja di tepi jalan Mlese-Srowot, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Rabu (31/10/2018).

Bayi itu ditemukan Siti Rahayu, 40, yang saat itu tengah jalan-jalan pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Siti baru berjalan sekitar 500 meter dari rumahnya di Dukuh Candi, Desa Mlese, Gantiwarno, saat melihat kantong plastik di pinggir jalan.

Di kantong itu samar-samar terlihat sosok wajah bayi. Ia mendekati kantong itu dan ternyata benar ada bayi di dalam kantong plastik itu.

“Lokasinya di pinggi jalan dekat lahan jagung dan batako. Bayinya waktu itu masih ada tali pusarnya meski sudah dipotong dan ada noda darah di tubuhnya. Saya bawa pulang untuk memandikan bayi itu baru kemudian menghubungi bidan,” kata dia saat ditemui wartawan di Puskesmas Gantiwarno, Rabu siang.

Bayi itu kemudian dibawa ke Puskesmas Gantiwarno untuk pemeriksaan lebih lanjut. Perawat Puskesmas Gantiwarno, Sumarno, menyatakan bayi perempuan itu diperkirakan lahir sekitar tiga jam sebelum ditemukan.

Kondisi bayi sehat dan menangis kencang. Bayi malang itu memiliki panjang 50 sentimeter (cm) dan berat tiga kilogram (Kg). “Kondisi bayi bagus, sehat,” ujar dia.

Kapolsek Gantiwarno, AKP Kanang Asiyanto, mewakili Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono, membenarkan soal penemuan bayi perempuan itu. Seusai mendapatkan pelayanan medis, bayi itu diserahkan ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan KB (Disos P3AKB) Klaten untuk perawatan lanjutan.

Polisi masih memburu orang yang membuang bayi itu. Informasi penemuan bayi itu disebarkan ke seluruh masyarakat termasuk anggota Bhabinkamtibmas. “Kami perintahkan penyelidikan ke wilayah untuk menemukan siapa pelakunya. Para bhabinkamtibmas kami mengecek ke bidan desa agar mengetahui siapa warganya yang sedang hamil tua dan sudah melahirkan. Sampai saat ini belum ada laporan,” terang Kanang.