Kecelakaan Lion Air Bangkitkan Trauma Bupati Karanganyar

Bupati Karanganyar Juliyatmono. (Solopos/dok)
31 Oktober 2018 12:15 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengaku traumanya bangkit kembali sewaktu mendengar kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang di perairan Karawang, Jabar, Senin (29/10/2018).

Juliyatmono trauma karena pernah mengalami kecelakaan saat menumpang pesawat terbang. Dia mengaku prihatin sekaligus berharap proses evakuasi para korban Lion Air JT 610 berjalan lancar.

Pesawat Lion Air JT 610 yang dipiloti Bhavye Suneja sempat meminta kembali mendarat setelah dua menit lepas landas. Pesawat terbang yang membawa 189 penumpang itu mengalami masalah flight control saat berada di ketinggian 1.700 kaki.

Saat ini, proses evakuasi yang dilakukan sejumlah sukarelawan masih berlangsung di perairan Karawang, Jabar.

“Terus terang, saya merasa prihatin dengan kecelakaan pesawat itu. Saya kembali sedih dan saya sangat bisa merasakan kondisi yang dialami para penumpang. Saya berharap proses evakuasi dapat secepatnya diselesaikan,” kata Juliyatmono, saat ditemui Solopos.com, di Hotel Taman Sari Karanganyar, Selasa (30/10/2018).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Solopos.com, kecelakaan pesawat dialami Juliyatmono pada 2004 lalu. Saat itu, pesawat Lion Air MD-82 yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di Bandara Adi Soemarmo dan mengakibatkan 26 orang meninggal dunia.

Kendati demikian, Juliyatmono tetap berpendapat transportasi udara ini paling aman dan menjadi salah satu solusi terbaik untuk negara ini yang merupakan negara kepulauan.

Transportasi udara tergolong efisien. "Saya hanya berharap mestinya menumpang pesawat itu harus nyaman. Kenyamanan ini berada di wilayah hati. Jika ada pesawat terbang yang tak layak pakai, mestinya tak dipakai. Saat menumpang pesawat, hendaknya juga mematuhi berbagai standard operating procedure (SOP),” katanya.