Mayat di Luweng Wonogiri Dimakamkan, Ini Identitas Lengkapnya

Makam Novi Wahyuning Pangesti di Dusun Surupan, Desa Bulurejo. (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)
31 Oktober 2018 19:40 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Mayat perempuan yang ditemukan di dasar luweng Dusun Bakalan, Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, September 2018 lalu, akhirnya dimakamkan, Rabu (31/10/2018).

Pemakaman berlangsung di daerah asalnya, Dusun Surupan, Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri. Mayat perempuan itu teridentifikasi bernama Novi Wahyuning Pangesti.

Jenazah Novi sudah menjalani autopsi dan tes DNA. Hasilnya memastikan Novi merupakan anak Tri Hardjanto yang akrab dipanggil Benceng, warga Dusun Surupan, Desa Bulurejo.

Ditemui Solopos.com di rumahnya, Benceng mengatakan telah menerima dengan ikhlas kematian anaknya. Namun, ia berharap penyebab kematian Novi diusut tuntas dan jika ada indikasi mengarah pada pembunuhan agar dicari pelakunya kemudian diproses hukum.

“Saat ada pemberitaan mengenai penemuan mayat di luweng Dusun Bakalan, melihat pakaiannya saya sudah merasa kalau itu Novi. Walaupun saat itu tes DNA belum keluar saya meyakini itu Novi Wahyuning Pangesti,” ujarnya.

Menurutnya, Novi kali terakhir berada di rumah saat Ramadan 2018 lalu untuk berbuka puasa bersama keluarga. Setelah itu, Novi kembali ke Solo untuk bekerja.

Namun ia terkejut ketika mendapat kabar sudah beberapa hari Novi tidak masuk kerja. Ia segera mencari ke berbagai wilayah untuk menemukan anak pertamanya dari empat bersaudara tersebut.

Saat terakhir kembali ke rumah, Novi tidak bercerita apa pun padahal Novi dikenal terbuka. Paman Korban, Joko Pangang, mengatakan Novi merupakan sosok yang supel dan mudah bergaul.

Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP M. Kariri, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede mengatakan saat ini tengah menunggu hasil tes DNA. Menurutnya, pemakaman jenazah Novi atas dasar kemanusiaan.

“Jenazah Novi sudah terlalu lama berada di rumah sakit, lebih baik dimakamkan keluarganya. Pengungkapan identitas sudah 99 persen,” ujarnya.

Ia menambahkan saat ini Satuan Reserse Kriminal Polres Wonogiri masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian Novi, termasuk kemungkinan Novi dibunuh.

Mayat Novi ditemukan Kamis, 27 September 2018 lalu, oleh seorang mahasiswa yang sedang melakukan penelitian di luweng wilayah Pracimantoro. Mayat Novi ditemukan di kedalaman 20 meter dan sudah setengah membusuk sehingga sulit dikenali wajahnya.