Perempuan Meninggal di Luweng Wonogiri Terakhir Bekerja di Mal Solo

Proses evakuasi mayat perempuan di luweng Dusun Bakalan, Desa Gambirmanis, Pracimantoro, Wonogiri, Kamis (27/9 - 2018) malam. (Istimewa/Polres Wonogiri)
31 Oktober 2018 21:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Novi Wahyuning Pangesti, perempuan asal Dusun Bakalan, Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, yang mayatnya ditemukan di dasar luweng wilayah Pracimantoro, pada September lalu, kali terakhir bekerja di salah satu mal di Kota Solo.

Jenazah Novi baru dimakamkan di kampungnya, Rabu (31/10/2018), setelah menjalani serangkaian autopsi dan tes DNA. Novi kali terakhir pulang ke rumah saat Ramadan 2018 lalu untuk berbuka puasa bersama keluarga. Setelah itu, Novi kembali ke Solo untuk bekerja.

Paman Novi, Joko Pangang, mengatakan Novi merupakan anak yang supel dan mudah bergaul. Dengan saudara dan kerabat, Novi sangat ramah dan akrab. Sebelum bekerja di mal Kota Solo, Novi sempat bekerja di rumah makan Kecamatan Baturetno.

Keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Novi meski tetap berharap penyebab kematiannya diusut tuntas termasuk jika mengarah pada pembunuhan. Keluarga berharap pelakunya tertangkap.

Adik kandung Novi, Yoga Mayapadya Dua, 18, sangat sedih dengan kepergian kakaknya. Saat jenazah Novi tiba di rumah duka, Rabu sekitar pukul 13.00 WIB, terlihat jelas Yoga berusaha menahan air mata agar tak jatuh.

“Kakak saya sering cerita apa pun kepada saya. Saat ia hendak bekerja di Solo saya yang pertama kali menolaknya. Saya ingin kakak saya di sini saja, kota besar itu keras,” ujar Yoga saat berbincang dengan Solopos.com di rumah duka, Rabu siang.

Setelah disalatkan, jenazah Novi dibawa menuju permakaman tak jauh dari rumahnya. Perlahan peti jenazah dimasukkan ke liang kubur.

Pandangan Yoga tampak kosong melihat kakaknya untuk terakhir kalinya. Dengan sesenggukan ia memegang cangkul dan mulai mencangkul tanah untuk mengubur jenazah kakaknya.

“Saya pernah berpesan pada kakak untuk berhati-hati dalam bergaul namun jangan pernah takut ketika ada masalah karena saya siap maju untuk melindungi kakak saya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan terakhir bertemu kakaknya saat bulan puasa untuk berbuka bersama keluarga. Setelah itu, kakaknya kembali ke kota Solo untuk bekerja.

Dia berharap polisi bisa mengungkap penyebab kematian Novi dan jika Novi meninggal karena dibunuh, dia berharap pelakunya segera tertangkap.