Solopos Hari Ini: Percepat Pasar Darurat

Harian Umum Solopos edisi Kamis (1/11 - 2018).
01 November 2018 10:05 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO —Pedagang Pasar Legi Solo yang menjadi korban kebakaran mulai berebut lahan di sekitar pasar untuk berjualan. Pembangunan pasar darurat diharapkan dipercepat untuk menghindari konflik antarpedagang.

Seorang pedagang Pasar Legi, Leni Sulistiyani, harus beradu mulut dengan pedagang lainnya karena berebut lahan untuk berjualan di depan Pasar Legi. "Saya sebenarnya tidak masalah mereka akan berjualan di depan, tetapi mereka berjualan dari pagi hingga sore dan membuat pedagang yang di dalam tidak bisa berjualan di depan," ujar dia di kawasan Pasar Legi, Rabu, (31/10/2018).

Kabar tentang konflik antarpedagang di Pasar Legi, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) setelah kebakaran tersebut menjadi sorotan utama pada halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini, Kamis (1/11/2018). Berita tersebut bisa dibaca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga menyajikan berita perkembangan evakuasi Lion Ait JT-610 di Tanjung, Karawang, Jawa Barat (Jabar). Sinyal black box pesawat tersebut dinyatakan sudah terdeteksi.

Sinyal Terdeteksi, Keberadaan Masih Misteri

Sinyal black box Lion Air yang jatuh di Tanjung, Karawang, Jawa Barat, sudah terdeteksi, Rabu (31/10/2018). Namun, keberadaan black box masih misterius. Empat kapal canggih diterjunkan untuk mencari keberadaan pesawat karena diduga sebagian korban berada di sekitar bodi pesawat.

Salah satu kapal yang digunakan adalah Kapal Riset (KR) Baruna Jaya 1 milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT M. Ilyas mengatakan ada objek-objek yang ditemukan yang diduga terkait Lion Air JT-610. Objek itu oleh mereka dinamai C30, C31, dan C38.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar tentang keinginan Pemkot Solo yang ingin air dari Waduk Gajah Mungkur dialirkan untuk membersihkan sungai. Ada pula kabar peringatan Bulan Bahasa dengan cara unik di SMPN 12 Solo.

Penggelontoran Tak Memungkinkan

Keinginan Pemkot Solo agar air dari Waduk Gajah Mungkur digelontorkan untuk membersihkan Sungai Bengawan Solo sepertinya sulit dipenuhi. Otoritas Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BWSBS) menyatakan berdasar regulasi, air Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri tidak dapat dikeluarkan dalam debit yang besar ketika elevasi sudah di bawah batas minimal atau low water level (LWL).

Pengeluaran air masih berpeluang dilakukan selama Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) memutuskan demikian. Namun, semua pihak harus berani menanggung risiko kerusakan waduk.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Memilih Sembari Merayakan Bulan Bahasa

Suasana di halaman SMPN 12 Solo yang diteduhi tenda sangat meriah pada Rabu (31/10/2018) pagi. Para siswa yang mengenakan kaus berwarna merah, putih, serta hitam dengan celana hitam serta kain batik yang mengikat pinggang berkumpul bersama para guru yang mengenakan kebaya nuansa merah muda untuk guru perempuan dan beskap untuk guru pria.

Ada dua acara yang dirayakan saat itu, yaitu perayaan Bulan Bahasa untuk memperingati Sumpah Pemuda serta pemilihan ketua OSIS periode 2018/2019. Tema perayaan bulan bahasa tahun ini adalah pantun. Para guru dan siswa saling melempar pantun satu dengan yang lain.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.